Dari Acara Bersama ISB: Jadi Blogger Harus Punya 4 Syarat Utama

Mei 12, 2019 4 Comments
Jujur tidak pernah terlintas untuk menjadi seorang blogger. Tapi jalanlah yang menuntun saya memasuki dunia blogging. Ternyata asik, tapi tidak mudah. Karena didalamnya memiliki banyak syarat yang tak tertulis dan mutlak dimiliki seorang blogger. Meski ketertarikan pada dunia blogging terasa telat karena nyaris di usia setengah abad, saya tak malu untuk belajar dan bertanya kepada yang lebih muda.
Create Opportunities From Blogging

Lha kok ndilalah dapat kesempatan buat belajar banyak tentang dunia blogging yang baru saya sentuh belum lama ini. Senang banget pasti. Tak melewatkan kesempatan menimba ilmu, hari itu dengan semangat saya hadir bersama blogger Malang Raya dan Surabaya. Di ruang meeting kantor Indosat Malang, acara yang bertajuk Create Opportunities From Blogging berlangsung hangat (5/5).
Blogger Malang Raya dan Surabaya (dok.ist)

Jujur saya belum mengenal personil yang menggawangi ISB. Saya kudet ya, hehe. Baru ngeh ISB sebagai komunitas Indonesia Social Blogpreneur pun pas mengikuti acara ini. Aduh maafkan dan maklum ya, newbie ini kurang gaul dan kurang up date. Tapi serius, setelah ikutan acara ini jadi banyak ilmu yang saya dapat. Ingin menerapkan semua ilmu walau step by step, alon-alon asal kelakon. Pelan-pelan tapi nyangkut ke target. Bismillah.

Empat Nara Sumber Yang Qualified

1. Ririe. Sepintas blogger muda ini seumuran dengan anakku, kalau misal saya nikah muda. Usia Mbak Ririe masih dua puluhan tahun. Kerennya selain sebagai blogger, juga seorang enterpreuner dan karyawan. Waw, bagaimana cara membagi waktunya ya? Saya saja yang hanya seorang IRT kadang keteteran masalah waktu.
Mbak Ririe saat berbagi (dok.pri)
Menurut Mbak Ririe, menjadi apapun butuh yang namanya pesonal branding. Apalagi Blogger dan Enterpreuneur. Usahakan apa yang akan kita tulis dan kerjakan sesuai dengan passion atau minat kita. Khusus untuk memulai usaha atau bisnis ada hal yang harus diperhatikan yakni:

* Pilihlah usaha yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pasar atau orang.
Kita bisa melakukan survei tentang apa yang lagi ngetrend saat ini. Sehingga usaha kita sesuai dengan permintaan pasar

* Membuka usaha berdasarkan passion.
Lebih baik punya bisnis yang sesuai dengan passion kita agar lebih mudah memunculkan nyawa nya dan lebih semangat karena kita menguasai minat kita.

Mbak Ririe mengaku bisnisnya pun berawal dari hobi fashion dan craft. Dia membuat boneka wisuda yang dititipkan di Galeri Kampus. Kemudian mencoba menawarkan pada pihak kampus dan diterima. Akhirnya produkdi banyak dan menggandeng teman-temannya.
Dalam berbisnis Mbak Ririe juga memanfaat promo di media sosial seperti IG, FB dan Twitter untuk meningkatkan penjualannya.

2. Darma Vara.

Blogger ini pernah diundang Mozilla ke Texas. Menurutnya, lay outing sangat penting dalam penampilan blog kita. Selain itu harus terlihat nyaman dan cantik, sehingga pembaca kita tertarik untuk membaca konten pada blog kita.

Manfaat dari lay out salah satunya untuk menarik perhatian pembaca di detik pertama melihat tampilan blog kita. Judul juga bisa menarik perhatian pembaca dengan menambahi dekorasi tapi tidak berlebihan. Agar terlihat rapi dan menarik bisa menggunakan aplikasi Canva.
Mbak Darma Vara (dok.pri)

Sebelum melakukan lay out, kata Mbak Darma Vara, memilih pallete warna di moodboard. Pilihan banyak bisa dilihat di Pinterest. Menentukan warna disesuaikan denhan konsumen melalui riset. Bisa menggunakan aplikasi Unum, planoly atau preview agar IG tampak indah dan menarik.

3. Ani Berta

Dengan nara sumber Mbak Ani Berta,  saya salut banget. Salah satu founder ISB ini memutuskan menjadi full blogger tahun 2013. Pernah menjadi Consultant dan Media Monitoring Australian Aid tahun 2015. Berkat ngeblog, single parent ini bisa keliling Indonesia. Waw...
Ani Berta (dok.pri)

Mbak Ani yang sharing tentang freelancer mengatakan personal branding sangat dibutuhkan seorang blogger. Tapi jangan memaksakan atau diada-adain tapi tetap jadi diri sendiri. Dengan menggali potensi diri kita bisa mengoptimasi personal branding.

Mbak Ani pernah mewakili blogger Indonesia dalam Asean Work Life Balance Confetence. Menurutnya, jumlah blogger Indonesia paling banyak diantara 10 negara Asean. Mbak Ani juga menyinggung tentang freelancer. Agar freelancer survive, jangan mengandalkan job review saja. Freelance harus memiliki kemampuan diri dengan cara mengasahnya bisa melalui workshop online berbayar ataupun free.

Sebagai freelancer penting memiliki portofolio yang bisa dikumpulkan melalui kegiatan sosial misalnya menjadi volunteer. Bisa juga dengan cara simbiosis mutualism dengan menggandeng teman untuk mereview usaha atau bisnisnya. Dengan portofolio bisa juga menjadi faktor agar peluang datang melalui net working.

Wah saya beruntung bisa ikutan acara ini, ilmu saya bertambah nih terkait job freelancer. Kata Mbak Ani, dibutuhkan juga strategi yang mumpuni untuk menarik perhatian klien. Seorang freelancer harus: KREATIF, INOVASI, ATTITUDE dan JUJUR.

4. Liswanti

Nara sumber terakhir adalah Mbak Liswanti. Kalau gak salah selain blogger juga seorang dokter. Kali ini mengupas tentang investasi. Kata Mbak Lis, seorang blogger harus mempunyai investasi yang bisa dimiliki dari hasil ngeblog. Investasi yang menjanjikan saat ini adalah logam mulia.
Mbak Liswanti (dok.pri)

Untuk itu blogger harus mempunyai target diri, berapa dan kapan akan mencapainya. Karena itu dibutuhkan catatan penghasilan blogger agar mengetahui besaran penghasilan setiap bulannya.

Memang menurut Mbak Lis, penghasilan seorang blogger tidak tetap. Penghasilannya tergantung dari pribadi setiap blogger. Seberapa kreatif seorang blogger dalam mendapatkan peluang penghasilannya.

Tak terasa acara berbagi ilmu dari empat orang mastah yang dimulai pukul 10.00 WIB berakhir di pukul 14.30 WIB. Saya asik menyimak meski di beberapa bagian harus dengan pemahaman dan usaha yang lebih. Tapi intinya dari keempat nara sumber, saya simpulkan bahwa seorang Blogger harus memiliki empat komponen yang sangat penting yakni KREATIF, INOVASI, ATTITUDE positif dan JUJUR disamping samangat dan percaya diri.

Makasih banyak deh buat semua narasumber dengan tebaran ilmunya. Semoga saya bisa komitmen dan konsisten dalam dunia blogging. Next bisa mengunduh ilmu lagi, janji balik ke Malang  lagi ya Mbak Ani, Mbak Ririe, Mbak Lis dan Mbak Darma?




S.37 : Empat Cerita Mitos Dalam Berpuasa

Mei 06, 2019 15 Comments
Puasa Ramadhan baru saja dimulai. Tak terasa ya waktu  cepat berjalan? Sepertinya baru kemarin kita melepasnya. Kini setahun sudah berlalu, beranjak bulan Ramadhan tahun berikutnya. Ya tahun ini kita menyambut bulan yang penuh berkah ini.
Bulan puasa bagi umat Islam adalah waktu yang tepat untuk mendekatkan diri padaNya. Mencari ridhoNya dengan banyak berbuat baik. Selain menahan lapar dan dahaga, kita juga harus menjauhi segala laranganNya. Hingga kita bisa "melenggang" ringan pada rute puasa hingga tujuan akhir.
Namun terkadang dalam menjalankan ibadah puasa, ada hal-hal yang menjadi "pro dan kontra". Keadaan itu kerap disebut mitos atau hal-hal yang berbau "katanya". Disisi lain ada yang menyatakan bahwa keadaan pro dan kontra itu sebagai hal yang nyata dengan dukungan fakta.
Beberapa mitos dan fakta yang muncul  berkaitan dengan pelaksanaan puasa antara lain:
1. Waktu mepet saat makan sahur tiba-tiba bersamaan dengan imsyak. 
Mitosnya : makan sahur harus segera disudahi. Kalau masih tetap melanjutkan makan sahur pas waktu imsyak, puasanya jadi batal. 
Faktanya : saat makan sahur tiba-tiba terdengar imsyak, tetaplah melanjutkan makan sahurnya. Tidak batal puasanya. Faktanya Rasulullah tidak mengenal waktu imsyak atau 10 menit sebelum subuh. Batas akhir untuk makan sahur adalah adhan subuh.
2. Berkumur dan gosok gigi 
Mitosnya : tidak boleh berkumur dan sikat gigi karena bisa membatalkan puasa.
Faktanya : selama berkumur dan sikat gigi airnya tidak terminum dan masuk ke tenggorokan tidak membatalkan puasa. Seperti kita ketahui bersama hal yang membatalkan puasa salah satunya adalah sengaja meminum atau menelan air.
3. Menangis
Mitosnya : kalau menangis atau mengeluarkan air mata bisa nenyebabkan puasa batal.
Faktanya : selama air mata yang meleleh tidak masuk ke bibir dan merasakannya tentu saja tidak membatalkan puasa. Kecuali sengaja membiarkan air mata meleleh dan masuk dalam bibir kita.
4. Mencicip masakan saat puasa
Mitos : mencicip masakan saat berpuasa menyebabkan puasa kita batal. 
Faktanya : saat mencicip masakan hanya sampai lidah saja tanpa masuk ke tenggorokan tidak membuat puasa kita batal. Setelah mencicip segera keluarkan rasa itu dengan cara berkumur hingga bersih.
(dok.pri)

Dari 4 poin diatas, bagi ibu rumah tangga seperti saya, yang sering dilakukan adalah no 4. Kadang saat memasak rasanya kurang afdol kalau tidak mencicipi. Dengan cara mengambil sedikit kuah ditangan lalu merasakan masakannya. Setelah pas rasanya kemudian dikeluarkan dengan cara berkumur. Masakanpun tetap aman rasanya.
Bagaimana dengan ibu-ibu yang lain, apakah selalu mencicip masakan meski saat berpuasa? Hehe...jangan kuatir ya...menurut sumber yang dipercaya puasa kita tidak batal asal yang kuta cicip seger dikeluarkan atau tidak ditekan. Nah looo, jadi...?

#setip
#setipestrilookcommunity
S.36 : Soto Kadipiro Jogja yang Melegenda

S.36 : Soto Kadipiro Jogja yang Melegenda

Mei 06, 2019 Add Comment
Kota Jogja yang kerap saya sebut sebagai kota penuh rindu, memang bagai magnet menarik pesona pada semua wisatawan. Tidak saja destinasi wisatanya, budaya dan kulinernyapun tak kalah membetot perhatian. Tak percaya?
Bila suatu saat berkunjung ke Jogjakarta, jangan lewatkan  ya kuliner yang satu ini. Selain masuk dalan kuliner yang sudah lama dikenal, juga rasanya yang lezat dan maknyus. Adalah Soto Kadipiro di Bantul, Jogjakarta. Lokasi tepatnya berada di Jalan Wates no 33. Warung Soto Kadipiro ini termasuk warung soto yang tertua. Mulai buka pada tahun 1924 dan masih menempati sebuah rumah beranyam bambu kala itu.
Bpk Widadi Tahir Kartowijoyo adalah perintis dan pemilik warung Soto Kadipiro yang terkenal itu. Soto berbahan ayam kampung dengan bumbu cita rasa tinggi mampu menarik banyak pelanggan. Bumbu soto yang meresap dalam daging ayam terasa nikmat dan pas di lidah pelanggan. Tak heran setiap hari berdatangan pelanggan memenuhi semua kursi yang ada.
Disajikan dalam semangkuk berukuran sedang, Soto Kadipiro akan terasa lezat dengan lauk pelengkap. Diantaranya ati ampla, potongan ayam plus ceker, telur puyuh juga tahu dan tempe bacem. Harga satu porsi Soto Kadipiro hanya 15 rb. Terjangkau bukan?
Soto Kadipiro (dok.pribadi)
Soto Kadipiro (dok.pribadi)
Lebih terasa "Njawani" saat mengolah soto ini dimasak ditungku pawon. Berbahan bakar kayu sehingga aroma dan rasa sotonya lebih meresap. Sungguh makan Soto Kadipiro ini mengingatkan saya pada jaman dulu. 
Bangunan yang jadul dengan hiasan foto di dinding adalah foto pemilik awal beserta generasi penerus. Dan yang penting, rasa Soto Kadipiro tidak berbeda dengan jaman dulu. Tetap menjaga cita rasa yang khas dan  yang pasti melegenda.
Pokoknya kalau ke Jogja jangan lewatkan yaa bersantap pagi dan siang di Soto Kadipiro. Rasanya Maknyuzz lho, buktikan!

#setip
#setipestrilookcommunity
S.35 : Waroeng Daoen, Resto Berlatar View Pegunungan

S.35 : Waroeng Daoen, Resto Berlatar View Pegunungan

Mei 06, 2019 Add Comment
Ber-kuliner ria adalah kesukaan atau hobi hampir semua orang. Faktor yang diperhitungkan biasanya selain menu yang nikmat, pasti tempat kulinerpun diperhitungakan. Ya kan? Wah kalau bicara tentang kuliner pasti menarik perhatian segala usia. 
Bila kalian penyuka kuliner dengan view alam yang sejuk, tak salah bila memilih Waroeng Daun. Tempat makan ala-ala Resto n Farm ini terletak  di desa Parilegi, Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Lokasinya yang agak masuk ke dalam dari jalan raya Surabaya - Malang, tak mengurungkan niat para kuliners untuk berkunjung.
Salah satu sudut Waroeng Daoen (dok.pribadi)
Salah satu sudut Waroeng Daoen (dok.pribadi)
Tempat parkir yang luas selalu dipenuhi oleh mobil yang berjejer. Apalagi bila saat liburan seperti hari minggu. Akan terlihat mobil keluar masuk area tempat kuliner keluarga ini.  Berkonsep rumah  makan dengan beberapa bangunan yang masing-masing berjarak dan terpisah. Ada yang diantarai oleh lapangan rumput, jalan setapak ataupun kolam ikan koi.
Tempat patkir yang luas (dok.pribadi)
Tempat patkir yang luas (dok.pribadi)
Kolam ikan Koi, ikannya bikin gemes (dok.pribadi)
Kolam ikan Koi, ikannya bikin gemes (dok.pribadi)
Menu makanan Waroeng Daoen bervariatif. Seperti halnya resto lainnya yang menyajikan menu tradisional Jawa, Chinese Food juga menu Eropa dll. Yang menjadi pembeda adalah suasana resto yang sangat nyaman dengan view segar pemandangan alam.
Menu makanan Waroeng Daoen (dok.istimewa)
Menu makanan Waroeng Daoen (dok.istimewa)
Tampak Waroeng Daoen yang alami (dok.pribadi)
Tampak Waroeng Daoen yang alami (dok.pribadi)
Saat saya dan komunitas berkumpul, kami memilih salah satu pendopo yang  berdekatan dengan kolam ikan Koi. Melihat Koi dengan ukuran besar dan berjumlah banyak, ini juga termasuk hiburan. Sambil menunggu menu terhidang, tak ada salahnya kita bercengkerama dengan Koi yang selalu "ramah" kepada pengunjung resto. Gemes lho lihat Koi saat melihat monyong mulutnya yang seakan  meminta sedekah makanan.
Memberi makan Ikan Koi di kolam (dok.pribadi)
Memberi makan Ikan Koi di kolam (dok.pribadi)
Fasilitas Resto yang Lengkap
Sebagai resto keluarga, Waroeng Daoen pun mempunyai fasilitas yang lumayan lengkap. Ada kebun dengan tanaman buah-buahan, termasuk taman bermain untuk anak-anak seperti ayunan. Juga ada tempat penangkaran Rusa yang letaknya di ujung seberang pendopo tempat kami berkumpul. Dan ada tempat pemancingan ikan yang cukup luas.
Arena permainan anak (dok.pribadi)
Arena permainan anak (dok.pribadi)
Tempat penangkaran Rusa (dok.pribadi)
Tempat penangkaran Rusa (dok.pribadi)
Kolam pemancingan ikan (dok.pribadi)
Kolam pemancingan ikan (dok.pribadi)
Dibagian lain terlihat lapangan lumayan luas dengan candi buatan ada ditengahnya. Nah di lapangan ini tersedia beberapa permainan tradisional seperti permainan dengan sandal  kayu atau terompah kayu. Dimana terompah tersebut berbentuk panjang dan bisa dipakai hingga 3 orang. Cara memakainya harus ada keseimbangan dan kekompakan. Seru yaa, kalau salah satunya tak kompak bisa jadi semua pemain berjatuhan. Hehe...
Hamparan rumput dengan candi buatan (dok.pribadi)
Hamparan rumput dengan candi buatan (dok.pribadi)
Diseberang lapangan terdapat bangunan yang mirip dengan pendopo tapi agak tertutup. Ternyata ada kolam renang "Dewi Sri" yang lumayan luas. Diarea sekitar kolam renang juga ada resort yang per malamnya berbea sekitar 500rb/malam.
Kolam renang Dewi Sri (dok.pribadi)
Kolam renang Dewi Sri (dok.pribadi)
Resort Di Waroeng Daoen (dok.pribadi)
Resort Di Waroeng Daoen (dok.pribadi)
Selain itu tak ketinggalan pertunjukan live music, dimana para pengunjung juga bisa ikut meramaikan. Toilet dan mushola pun jelas ada. Jadi tak usah kuatir bila kita berkunjung ke Waroeng Daoen, kita dapat menikmati menu makanan juga berbonus view cantik, plus tidak meninggalkan kewajiban pada Sang Pencipta.
Tunggu apalagi? Yukk melepas lelah dan mengisi liburan ke Waroeng Daoen...

#setip
#setipestrilookcommunity

S.34 : Ingin Hidup Sehat, Jaga Pola Makan

Mei 06, 2019 Add Comment
Hidup paling nikmat adalah ketika kita hidup sehat. Kondisi sehat yang diberikan oleh Allah harus kita jaga. Bukan karena kita diberi sehat, kemudian kita semeba-mena menjalani hidup kita sehari-hari. Bagaimana kuta menjaga kesehatan tubuh kita? Banyak caranya lho ...
Sehat adalah modal penting dalam hidup kita. Dengan sehat kita mampu melakukan semua aktivitas. Sehat pula yang membuat kita jauh dari segala macam penyakit. Rasanya juga miris kalau banyak uang tapi badan jauh dari kata sehat. Apalagi yang kurang mampu, kalau tak sehat semakin runyam hidupnya. Betul kan?
Menu sehat (dok.pri)

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat diperlukan pola hidup yang sehat pula. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) pola hidup sehat adalah seimbangnya antara asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh dengan energi yang keluar. Asupan gizi itu diperoleh dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Sedangkan energi yang keluar berupa aktivitas kita.
Pergeseran Pola Hidup Sehat
Jaman now seseorang kadang karena sibuknya bekerja sampai lupa untuk makan. Bukan tidak mungkin hal itu dilakukan secara berulang-ulang dan hampir setiap hari. Sehingga terjadi pergeseran pola hidup yang sehat menjadi tak sehat.
Padahal untuk menjadi sehat harus mengikuti pola yang benar. Seperti sebelum berangkat kerja harus sarapan, banyak makanan bergizi dan makan secara teratur. Apa jadinya tubuh kuta, jika diforsir untuk bekerja, tetapi tidak diimbangi dengan asupan makanan yang baik? 
Jawabannya pasti sakit! Kalau sudah mengalami keadaan dimana kita hanya bisa berdiam di kamar dengan setumpuk obat, kita baru menyadari bahwa hidup perlu menjaga kesehatan tubuh.  Bahwa sehat itu penting, sehat itu mahal, bla..bla..bla..
Pola Hidup yang sehat sebetulnya mudah dijalankan oleh siapa saja. Dibutuhkan niat dan konsistensi diri untuk menjakankannya.  Seperti standarisasi dari WHO bahwa pola hidup sehat yakni adanya kesimbangan antara asupan yang masuk dengan energi yang keluar. Jadi sebaiknya harus bagaimana?
Pedoman Gizi  Seimbang Untuk Hidup Sehat
Beberapa tahun lalu kita mengenal slogan, untuk hidup sehat harus mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna. Slogan itu dicetuskan tahun  1950-an oleh ahli  ilmu gizi pertama Profesor Poerwo Darminto. Dari mulai bersekolah  TK sampai SMA kita disetel pemahaman tersebut. 4 sehat 5 sempurna  terdiri dari nasi, sayur, lauk pauk, buah-buahan plus susu. Namun seiring berkembangnya jaman, banyak hal-hal yang berubah dan tidak relevan lagi. 
Kini bukan  4 sehat 5 sempurna lagi  tapi berubah menjadi Pedoman Gizi Seimbang. Dimana didalamnya  mencakup lebih luas dan lebih banyak apa-apa yang harus dilakukan untuk menjadi sehat.
Apa saja yang termasuk dalam Pedoman Gizi Seimbang? 
1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan.
Bersyukur itu nikmat sekali. Ketika kita memakan makanan tanpa harus mencela atau menggerutu. Orang Jawa menyebutnya "nriman" apa yang telah dihidangkan oleh seorang ibu atau istri. 
2. Banyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan.
3. Biasakan mengkonsumsi lauk pauk berprotein tinggi.
4. Membatasi makanan yang manis, asin dan berlemak
5. Biasakanlah sarapan sebelum beraktivitas.
6. Perbanyak minum air putih.
7. Bila membeli makanan di toko, supermarket dll perhatikan label pada kemasan. Misalnya tanggal kadaluarsa dll..
8. Budayakan mencuci tangan untuk kebersihan diri.
9. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan yang seimbang.
10. Melakukan olah raga.
Dengan berpedoman pada hal tersebut diatas, pola hidup sehat dijaman now  bakal kita dapatkan. Setidaknya saat dimana jaman millennial yang selalu ingin instant, kita bisa terhindar dari pola hidup yang tak sehat. Menjalankan secara intens pedoman diatas, sehat pasti akan menyatu dengan tubuh kita...
#setip
#setipestrilookcommunity

S.33 : Outing Bersama Bolang ke Desa Penghasil Susu di Batu

S.33 : Outing Bersama Bolang ke Desa Penghasil Susu di Batu

Mei 06, 2019 15 Comments
Belum lama ini saya beserta sahabat Bolang menerima undangan untuk outing ke sebuah desa penghasil susu perah. Wah betapa senangnya kami. Tentu saja karena selama ini tidak tahu asal usul susu sapi dan bagaimana prosesnya.
Saat menikmati segelas susu, pernahkah berpikir bagaimana proses segelas susu hadir digenggaman dan siap minum? Ternyata tidak semudah saat kita menyeruputnya dan dalam hitungan detik susu tak tersisa.
Susu segar (dok.Rico)
Susu segar (dok.Rico)
Perjalanan susu dari mulai diperah hingga siap dinikmati bisa dibilang cukup panjang. Dan tentu saja membutuhkan waktu dan kesabaran. Untuk melihat proses tersebut belum lama ini beberapa anggota Bolang (Blogger Kompasiana Malang) diberi kesempatan untuk melihat dari dekat proses pemerahan susu. Termasuk jalan-jalan ke gudang tempat makanan bergizi buat sapi-sapi perah. 
Bagaimana pengalaman menarik itu, tentu saja bisa dibaca ulasannya. Simak ya ...
Kampung Penghasil Susu Desa Brau di Balik Bukit
Desa Brau, Gunungsari, Bumiaji  Batu sebenarnya tak begitu jauh dari pusat Kota Batu. Namun karena menuju kesana harus melalui jalan yang berliku dan tak mulus, sehingga terkesan jauh. Padahal tak lebih dari 3 km dari pusat keramaian kota Batu.
Di desa penghasil susu ini terdapat 70 0rang peternak. Masing-masing orang rata-rata memiliki 5 ekor sapi perah. Untuk setiap harinya peternak susu ini usai memerah akan menyetorkan susu ke sebuah tempat. Yakni Koperasi Margo Makmur Mandiri.
(Dok.pri)
(Dok.pri)
Menurut pengurus koperasi tersebut, Yanuar, setiap hari masuk sekitar 2000-2500 litet susu segar. Pihaknya akan mencatat jumlah susu yang disetorkan oleh petani dua kali sehari yakni pagi dan sore hari.
Susu yang disetor peternak (dok.pri)
Susu yang disetor peternak (dok.pri)
Di buku besar oleh petugas dicatat yang kemudian per 10 hari uangnya akan dicairkan atau diambil peternak. Untuk per liternya akan dihargai berdasarkan grade-nya atau tingkatannya, yakni kualitas terbaik dihargai Rp 5.400, kualitas sedang Rp 5.000 sedangkan kualitas rendah antara Rp 4.500-Rp4.700/liter.
(dok.pri)
(dok.pri)
Susu yang sudah disetor ke koperasi kemudian disterilkan dalam mesin. Baru keesokan harinya dikirim ke Pasuruan. Kalau menurut data, penghasilan kotor para peternak susu sapi perah ini kurang lebih Rp 1.200.000/10 hari.
Siap kirim (dok.pri)
Siap kirim (dok.pri)
Melihat Langsung Proses Pemerahan Susu Sapi
Kami datang ke desa Brau sekitar pukul 16.00. Kenapa sore hari? Karena memang jadwal pemerahan susu pagi hari sekitar pukul 06.00 dan sore pukul 16.00. Sore itu kami tak membuang kesempatan untuk melihat proses itu.
Di kandang sapi salah satu penduduk, kami langsung ambil posisi. Tentunya agar lebih jelas karena suasana agak temaram alias usai hujan. 
Nah sapi-sapi ini menurut Ali yang menjadi guide dadakan, juga tidak suka suara gaduh atau berisik. Sehingga kami membagi 2 kelompok untuk mengintip proses perah susu tersebut.
(dok.pri)
(dok.pri)
Awalnya bagian bawah perut sapi dibersihkan dengan air. Tepatnya sekitar puting sapi betina yang akan diperah. Kemudian oleh peternak diberi wadah atau ember untuk menampung susu. 
Secara kasat mata terlihat tangan peternak dengan gerakan lincah memerah susu sapi betina. Tak lama wadahpun terisi susu segar, kemudian ditampung diwadah khusus susu.
Perah susu sapi (dok.pri)
Perah susu sapi (dok.pri)
Melihat banyaknya produksi susu segar di desa Brau ini menggelitik tanya kami, kok setiap hari bisa berproduksi ribuan liter? Ternyata memang Sapi-sapi tersebut dirawat dan diperhatikan gizi makanannya. Dibantu penduduk setempat kami diantar ke gudang tempat penyimpanan makanan bergizi untuk sapi.
Lokasinya tak jauh dari koperasi Margo Makmur Mandiri. Tepatnya disebuah bangunan semi permanen yang berjarak 100 meter dari koperasi. 
Disana terdapat berkarung-karung makanan sehat untuk sapi perah. Antara lain bungkil sawit, konsentrat, wafer  expired, sari gandum, kotoran ulat, polar, ampas kecap dll. Masing-masing makanan memiliki fungsi seperti sari gandum untuk membuat sapi agar cepat gemuk sedangkan mineral dan kalsium untuk tulang sapi.
Makanan Sapi (dok.pri)
Makanan Sapi (dok.pri)
Menurut guide, semua sapi di desa Brau ini
pakannya disamakan. Proses pemberian konsentrat dikomposisikn sedemikian rupa,  supaya sapi bisa menghasilkan susu yg terbaik.
Remahan wafer (dok.pri)
Remahan wafer (dok.pri)
Peran Koperasi di Desa Berau
Kehadiran koperasi di tengah masyarakat peternak susu sangat terasa manfaatnya. Selain menerima dan menjadi pihak yang menyetor ke pabrik Indo Lacto Pasuruan, koperasi juga menjadi media simpan pinjam peternak susu. Dimana saat mereka membutuhkan sejumlah dana untuk modal, pihak koperasi akan mengusahakan pinjaman.
Koperasi tersebut juga memberikan edukasi kepada para peternak susu. Seperti bagaimana meningkatkan pendapatan dengan memberi informasi seputar cara pengolahan produk berbahan susu. Antara lain membuat yogurt, permen susu, keju serta stik keju.

Peternak sapi selain pendapatannya dari susu juga dari menjual anak sapi dan jual daging sapi. Diharapkan dengan pembelajaran dari koperasi warga masyarakat desa Brau Gunungsari Bumiaji penghidupannya semakin makmur dan sejahterah. 
Mencicip susu segar (dok.pri)
Mencicip susu segar (dok.pri)
Usai kunjungan, kami disuguhi susu segar hangat. Rasanya enak dan yang pasti bisa mengusir hawa dingin yang meliputi desa Brau ini. Alhamdulillah..saya dan sahabat Bolang jadi fresh Bersa dan juga tentu saja mendapat wawasan tentang edukasi perah susu, termasuk melihat kandang sapi serta pernak perniknya juga mencicip susu segar. Sangat berkesan banget kunjungan ini dan next kemana lagi yaa...?

#setip
#setipestrilookcommunity

S.32: Bulan Ramadhan, Tetaplah Produktif Menulis

Mei 06, 2019 Add Comment


Alhamdulillah Bulan Ramadhan di depan kita. Sudah siapkah kita menyambut kedatangannya dengan hati bersih dan ikhlas? Insha Allah semua bergembira ya dengan semarak ramadhan dimana-mana. Pastinya ada harapan bukan di bulan penuh ridhonya. Apa sih harapan mak, sist and bro semua?
Kalau saya sebagai seorang Ibu Rumah Tangga yang setiap harinya bergulat dengan berbagai macam urusan "dalam negeri", menyambut bulan Ramadhan pasti membutuhkan persiapan. Bukan hanya secara fisik tapi juga cara bagaimana bisa survive selama bulan Ramadhan. Bisa mengerjakan tugas rumah tangga juga bisa melakukan kegiatan lainnya dengan tetap menjalankan puasa di bulan ramadhan.
Apalagi bila ibu rumah tangga seperti saya yang memiliki hobi menulis. Pastinya butuh konsentrasi penuh. Nah bagaimana cara agar balance antara pekerjaan rumah tangga, puasa dan menulis bisa seiring sejalan selama bulan ramadhan?
Semoga seiring sejalan (dok.pri)

Bijaklah membagi waktu untuk ketiga hal tersebut diatas. Saat harus mengerjakan tetek bengek urusan rumah tangga ya diselesaikan dulu. Biasanya waktu untuk beberes adalah pagi hari. Setelahnya bisa mengerjakan hal lainnya seperti melanjutkan menulis di depan laptop.
Menjelang sore mulai sibuk di dapur lagi untuk menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan buka puasa. Sehingga pembagian waktu yang tepat tidak mengganggu kegiatan kita. Dengan begitu sesuai dengan harapan diri.
Harapan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun ini bisa lancar tanpa meninggalkan kegiatan kita sehari-hari. Jadi pintar-pintarnya kita menggunakan kesempatan yang ada. Untuk itu dibutuhkan komitmen yang tinggi dan konsistensi dalam diri kita. 
Bagaimana komitmen dengan rencana-rencana yang sudah disusun dan dipersiapkan sebelumnya. Yang penting lagi konsisten untuk menjalankannya. Target diri dalam melakukan semua yang sudah direncanakan sebaik mungkin tanpa melenceng, insha allah harapan bakal terwujud. 
Harapan Puasa di bulan suci Ramadhan barakallah. Alhamdulillah, pekerjaan rumah tangga tak terbengkalai dan untuk urusan menulispun tetap lancar jaya. Semoga bisa mengikuti dan menyelesaikan tantangan menulis dari #thrkompasiana2019. Insha Allah, Aamiin...
Bulan Ramadhan jangan dijadikan alasan untuk tidak produktif menulis. Justeru saatnya untuk berbagi tentang hal-hal positif yang kita ketahui. Misalnya sebagai ibu rumah tangga saya bisa membagi artikel tentang resep berbuka puasa yang praktis atau berbagi tips lainnya.
Harapannya kita dapat amal bila apa yang kita tuliskan bermanfaat untuk orang lain. Sebab, ilmu yang bermanfaat bagi orang lain akan mendatangkan pahala bagi kita selama orang yang membaca artikel kita mendapatkan hal positif. Informasi atau ilmu yang kita share bisa digunakannya di jalan kebaikan.
Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
Insha Allah....
Buat sahabat blogger dimanapun berada:
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan 1440 H
Semoga semua lancar dan barokah dan segala amal diterimaNya. Aamiin Yaa Robal Alamin

#setip
#setipestrilookcommunity

S.31 : RM Prambanan, Rumah Makan Legendaris Malang Sejak 1972

Mei 05, 2019 Add Comment
Warga asli Malang pasti tahu RM Prambanan. Apalagi yang usianya sudah sepuh kepala 6 atau 7. Mereka pelanggannya, kadang mengadakan reuni mengenang masa lalu. Dan cocok sekali dengan suasana rumah makan yang bertahan hingga hampir setengah abad.
RM Prambanan (dok.pri)

Bangunan rumah makan itu  lumayan luas. Terletak di lokasi yang sangat strategis, tepatnya di Jalan Bromo no. 37 Kota Malang. Nuansanya terkesan seperti bangunan lawas namun tak meninggalkan kesan estetika atau unsur keindahan. Tampak ruangannya dengan plafon aksen kayu bercat coklat tua dan kursi jaman dulu dengan meja panjangnya. Itulah Rumah Makan Ayam Goreng Prambanan Sari yang ngehits pada jamannya sekitar  tahun 90-an.
Meski tergolong rumah makan yang berusia hampir setengah abad ini, namun pelanggan setianya masih berdatangan mencicipi menu utama yakni Ayam Goreng Prambanan.

Di jam makan siang hampir semua kursi yang tersedia juga lesehan dipenuhi para pengunjung. Mereka bukan saja pelanggan lama tapi juga pelanggan turun temurun serta orang baru. Banyaknya pengunjung menandakan menu yang ada cocok dengan selera kebanyakan. Pemilik RM Ayam Goreng Prambanan Sari adalah Bapak H. Ismail Aryono. Seringkali orang mengira Pak Ismail berasal dari Jawa Tengah atau Jogjakarta, terkait nama rumah makannya  yakni Prambanan Sari. Padahal suami dari Ibu Hj. Hartini adalah asli Arema, arek Malang. Ternyata dibalik nama Prambanan Sari, ada kisah perjuangan hidup Bapak Ismail. Seorang yang dikenal ulet dan tekun di masa mudanya itu pun berkisah panjang lebar melalui istrinya. Ismail yang kini berusia 78 tahun, setahun ini kesehatannya agak menurun karena sakit strooke.

Kisah Dibalik Nama Rumah Makan Ayam Goreng Prambanan Sari

Ismail muda adalah seorang pemuda yang giat bekerja. Awalnya mempunyai usaha berjualan kripik usus yang dibungkus plastik dan dititipkan di warung-warung. Namun karena ingin hidup lebih baik lagi, pada tahun 1965 Ismail muda merantau ke Jawa Tengah atau ke Kota Semarang. Dengan mengendarai sepeda onthel, pemuda yang bersahaja ini mengayuh sepeda selama 2 minggu hingga tiba di kota tujuan.
Dalam perjalanan panjang yang cukup melelahkan, Ismail berangan-angan ingin memiliki usaha lain yang di Malang belum ada. Sampai akhirnya lahir keinginan untuk membuka usaha ayam goreng yang terinspirasi dari Ayam Goreng Suharti di Solo. Namun keinginan itu belum bisa terlaksana karena di Semarang diterima bekerja di sebuah perusahaan Philips. Bertahan bekerja sebagai karyawan hanya 3 tahun dan kemudian kembali ke Malang.
Keinginan terlaksana berjualan ayam goreng dan ayam bakar pada tahun 1972. Saat itu Sarinah yang dulu masih supermarket, oleh Pak Ismail dan Bu Hartini menjadi tempat untuk menitipkan produknya. Dihari pertama hanya laku 2 potong ayam yang saat itu berbandrol 2000/potong dan 6500/ekor.
Owner Ismail (yang duduk) dok.pri

Seiring berjalannya waktu ayam goreng yang kemudian dinamakan Ayam Goreng Prambanan Sari itu semakin dikenal masyarakat Malang. Hingga tahun 1987 Pak Ismail membuka outletnya di halaman Sarinah. Dua tahun kemudian karena Sarinah harus direnovasi, Ayam Goreng Prambanan pindah ke Jalan Semeru. Meski berpindah tempat, pelanggan masih setia mencari keberadaannya. Pelanggan yang berasal dari segala lapisan ini seakan tak mau berpaling meski saat itu mulai menjamur penjual ayam goreng.
Setahun kemudian tepatnya tahun 1990 atas usahanya yang kian meningkat omsetnya, Pak Ismail berhasil membeli tanah di Jalan Bromo. Kemudian dibangun Rumah Makan Ayam Goreng Prambanan Sari yang permanen hingga kini. Lokasinya yang berada di pojok dengan lahan parkir yang lumayan luas, membuat pelanggan semakin bebas untuk memarkir kendaraannya saat ingin berkunjung.

Menu Andalan Yang Memikat Pelanggan

Menurut Ibu Hartini, menu andalan di rumah makannya adalah ayam goreng yang dimasak dari bahan pilihan. Ayamnya dari jenis pejantan diolah dengan bumbu dan rempah alami tanpa MSG. Bumbunya antara lain kunyit, jahe, bawang, garam serta gula bathok (gula merah). Kalau memasak dengan komposisi dan ukuran yang pas akan menghasilkan rasa yang enak. Namun Bu Hartini tidak menampik bahwa ada rahasia dapur saat memasak ayam goreng Prambanan sehingga bisa empuk dengan cita rasa bumbu yang meresap sempurna.

Selain menu utama ayam goreng beserta lalapan dan sambal yang menggoda, menu tambahanpun tersedia.  Menu tambahan merupakan menu permintaan pelanggan, seperti sayur gudeg, sate usus, rempelo, tempe tahu goreng, sayur oseng daun pepaya, ikan goreng dan masih banyak lagi.
Menu Ayam Goreng (dok.pri)

Disaat-saat tertentu seperti ramadhan dan liburan panjang, Bu Hartini yang memiliki tiga orang anak ini mengakui, bisa memasak hingga 27 macam menu tambahan. Itu semua demi pelayanan pada para pelanggan yang setia. Namun rumah makan yang buka pukul 08.00 hingga pukul 22.00 ini, tidak akan memasak kembali bila ayam gorengnya habis. Jadi tidak menutup kemungkinan rumah makan tutup lebih awal. Menurut pengalaman, pelanggan yang mampir akan memesan ayam goreng dan bila mengetahui habis maka tak jadi bersantap makan.

Tentang semua masakan termasuk ayam awalnya dimasak menggunakan kayu, kemudian menggunakan arang. Bu Hartini mengatakan, cara memasak dengan kayu rasanya akan jauh lebih enak jika dibanding memasak dengan gas. Tapi karena perkembangan jaman, juga memasak menggunakan kayu asapnya mengganggu tetangga sekitar, akhirnya sekarang untuk memasaknya menggunakan gas seperti pada umumnya. Memasaknya di rumah dan tetap ditangani sendiri oleh Bu Hartini, sedangkan karyawan hanya membantu meracik dan melayani.

Penyajian yang Unik dan Lain dari yang Lain

Di Rumah Makan Ayam Goreng Prambanan Sari, begitu pengunjung masuk akan melihat aneka menu masakan yang ditata rapi di meja panjang. Bila hari masih pagi atau baru buka lauk tersaji lengkap dengan aroma yang tentu saja menggoda selera. Pengunjung bebas memilih menu yang kemudian oleh karyawan akan dibantu dengan pelayanan yang ramah.
Bila pelanggan memilih ayam goreng oleh karyawan akan diletakkan di sebuah nampan , kemudian akan digoreng dan disajikan. Ayam ataupun ikan yang didisplay itu sudah matang atau dalam bahasa Jawa diungkep,  tapi lebih nikmat lagi dimakan dalam keadaan panas. Lauk yang disajikan semua fresh dan tentu saja sesuai selera pelanggan.
Rumah makan ini mempekerjakan 30 orang karyawan yang dibagi dalam 2 shift. Masing-masing pagi dengan jam kerja pukul 08.00 hingga pukul 15.00. Sedang shift berikutnya pukul 15.00 – 22.00. Dengan pembagian shift diharapkan oleh Ibu Hartini, semua pelanggan bisa dilayani dengan baik.

Ingin Bertahan dan Mengalir Untuk Anak Cucu

Diusianya yang menapak senja, tak berlebihan keinginan Bapak Ismail dan Ibu Hartini. Setelah menghantarkan putra-putrinya mandiri, mereka berharap apa yang selama ini dirintisnya yakni Rumah Makan Ayam Goreng Prambanan Sari, keberadaannya bisa dijaga dan dipertahankan. Meski sekarang begitu banyak kompetitor tapi dengan menjaga hubungan yang baik dengan para pelanggan, insha allah semua berjalan lancar. “Jangan lupa berdoa kepada Allah yang memberi rejeki kepada kita,” tandas Pak Ismail.
Suasana kafe (dok.pri)
Kepada ketiga orang penerus usahanya kelak, mereka berdua sudah memberi bekal selain pendidikan juga ilmu dalam mengolah masakan andalan rumah makan mereka. Suatu saat pasti akan ada yang meneruskan usaha kuliner yang sudah termasuk legendaris ini. “Semoga bertahan selamanya untuk anak cucu kami,” harap Bu Hartini.
Rumah makan yang mempunyai fasiltas seperti mushola, meeting room untuk 20 orang juga tersedia ruang gathering di lantai atas untuk 100 orang. Lantai 2 merupakan pengembangan ruangan atas permintaan pelanggan. Karena tak jarang ada acara instansi yang mengadakan rapat di rumah makannya.

Sedang untuk memenuhi kebutuhan rohani karyawan, Bu Hartini  setiap Jumat 1 jam sebelum buka, mewajibkan semua karyawannya untuk mengikuti pengajian. Ada seorang ustad yang diundang secara rutin untuk mengisi acara tersebut. Sehingga bisa dibilang Rumah Makan Ayam Goreng Prambanan tak semata menjalankan usaha saja, tapi juga mengejar nilai pahala dalam menjalankan bisnis kulinernya.  Semoga harapan dan keinginan Bapak Ismail dan Ibu Hartini mendapat ridho dan barokah dari Allah. Insha Allah…
                                             

#Setip
#SetipEstrilookCommunity









S.29: Berbelanjalah Sesuai Kebutuhan Bukan Keinginan

Mei 02, 2019 1 Comment
Awal bulan telah tiba. Bagi orang yang bekerja sebagai pegawai atau karyawan, tanggal muda adalah hal yang diharapkan. Apalagi kalau bukan tranferan gaji mengisi rekening tabungannya? Setidaknya kebutuhan pokok bakal terpenuhi dan tentu saja pos-pos (tagihan atau pembayaran) bakal terbayar. Bukan begitu?
(dok.ist)

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, biasanya para ibu akan sigap berbelanja. Setelah menerima "jatah" mereka akan segera belanja bulanan. Itu bagi yang berpenghasilan bulanan. Bagi yang tidak menerima gaji bulanan, bagaimana? Mengingat disekitar kita juga banyak yang berwirausaha yang notabene bukan pegawai atau karyawan dengan gaji bulanan. Termasuk saya, hehe...

Menyiasati hal tersebut tentu saja dibutuhkan kiat-kiat jitu bagaimana agar sebagai istri bisa mengatur keuangan. Seberapa jumlah uang yang diberikan oleh suami supaya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian ataupun mingguan. Berikut beberapa tips bagi ibu rumah tangga yang mendapatkan dana rumah tangga bukan bulanan.

1. Buat Daftar Belanja

Membuat daftar kebutuhan apa saja yang akan dibeli. Sesuaikan dengan yang dibutuhkan misalkan gula, kopi, sabun mandi, sabun cuci dan lainnya. Untuk pembelian usahakan cukup untuk waktu seminggu. Ini dimakaudkan untuk efisiensi waktu dan juga harga barang. Sering kan kita temui harga gula pembelian satu kilo harga sekian berbeda dengan pembelian setengah kilo. Seharusnya separoh harga tapi biasanya ada selisihnya. Nah kalau selisih sedikit tapi untuk beberapa produk kan jumlahnya jadi banyak bukan?

2. Bijak Berbelanja

Saat kita berbelanja sesuaikan dengan barang-barang yang dibutuhkan yang sudah kita list dari rumah. Jangan sampai kita kalap berbelanja yang bukan kebutuhan pokok. Kecuali memang ada dana lebih, ya no problem. Tapi kalau dana pas-pasan? Jadi kudu bijak ya dalam berbelanja.

3. Komitmen

Dari rumah bawalah uang secukupnya saja sesuai dengan harga barang kebutuhan pokok. Supaya kita tidak belanja asal comot. Hehe, terkadang ibu-ibu suka berbelanja apa yang terlihat tanpa melihat barang tersebut dibutuhkan atau tidak. Jadi tetap komitmen dengan produk-produk yang akan dibeli.

4. Mampu Menahan Diri

Kalau untuk belanja belanji kadang-kadang para ibu tidak bisa menahan diri melihat harga diskonan. Dalam hati mumpung murah, mumpung ada barang. Tapi harus diingat bahwa belanja diusahakan sesuai kebutuhan. Solusinya adalah misalkan kita belanjanya di pasar tradisional atau supermarket ya kita harus "njujug" atau langsung menuju tempat produk, ambil dan bila sudah mendapatkan semua segera ke kasir. Tak perlu berlama-lama keliling untuk melihat-lihat produk lainnya. Sementara menahan diri dulu untuk tidak membeli barang diluar produk yang dibutuhkan.

Nah itulah empat hal yang perlu diperhatikan untuk para ibu yang dapat jatah belanjanya mingguan. Setidaknya bisa menjadi patokan agar cukup memutar uang belanja untuk seminggu kedepan. Karena bila tidak diplanning, bisa-bisa yang seharusnya dibeli malah tidak dibeli atau sebaliknya yang tidak harus dibeli malah masuk keranjang belanjaan. Jangan sampai menyesal ya tiba dirumah menggerutu karena "salah beli" produk yang disengaja.

Intinya bila kita membeli sesuatu harus melihat sebagai produk yang dibutuhkan. Maksudnya saat kita mengambil produk atau barang memang betul-betul dibutuhkan bukan karena faktor "ingin". Tapi kalau dana belanja lebih sih itu lain lagi. Kembali kepada kata-kata bijak, belanjalah sesuai kebutuhan bukan keinginan".

Tips belanja lainnya juga bisa diintip lho artikel dari mba Tatiek Purwanti tentang tips-berbelanja-hemat-dan-cermat. Semoga bisa membantu para ibu dan emak ya dalam mengatur keuangan dalam rumah tangga. Karena keuangan yang "sehat" dalam sebuah  rumah tangga tergantung dari kita sebagai istri. Jadi yuk lebih bijak dalam berbelanja. Belanjalah sesuai kebutuhan bukan karena keinginan.

#Setip
#SetipEstrilookCommunity