Kisah Nilam yang Tak Kenal Patah Semangat

Kamis malam (21 Mei 2026) ingat betul ada webinar menarik. Narasumbernya Nilamsari, owner kuliner brand Baba Rafi. Karena nggak mau telat dan terganggu saat ikut acara, kutinggalkan kedaiku. Terburu-buru dan braaaakkkk… aku terjatuh dari motor yang belum sempat kustarter. Alhamdulillah gak kenapa-kenapa, hanya lecet di lutut yang nggak bisa nahan motor di lahan parkir yang miring.

Sampai di rumah bergegas kunyalain laptop. Kalau tergesa ada aja yang trouble ya. Kali ini laptop ngadat, ya sudah pakai hp saja yang penting bisa ngikuti acara. Telat sih tapi masih bisa nyantol saat klik gabung zoom meeting.

Rupanya webinar udah dibuka sama founder ISB teh Ani. Pas aku masuk room, Mba Nilamsari sudah memulai sharingnya.

Brand Baba Rafi

Mungkin aku yang katrok ya…Kirain Baba Rafi itu punya Rafi Ahmad. Tahu kan banyak artis yang juga bisnis di kuliner. Eh ternyata ownernya Nilamsari.

Siapa Nilamsari? Menurutku setelah mendengar sharingnya, aku menilai beliau adalah perempuan yang super, tahan bantingan dan mentalnya kuat banget serta tak pernah patah semangat. Nilam itu womanpreneur sejati dan kini dikenal sebagai consultan franchise

Awal membuka bisnis tahun 2003  berbekal nekad dengan minim modal. Bersama suaminya yang waktu itu sama-sama masih muda dan masih kuliah — mereka membuka bisnis kuliner. Karena tak memiliki ketrampilan memasak, akhirnya Nilamsari memilih produk yang mudah dibuat, diminati dan harga terjangkau.

Dengan modal gerobak mulailah berjualan hotdog dan burger. Tahun pertama berkembang bisnisnya yang bermula di Surabaya hingga memiliki 5 gerobak. Tahun berikutnya bertambah menjadi 30 gerobak. Wow banget ya…

Selain menjual produk, waktu itu Nilamsari juga bisnis jual gerobak dan bahan baku produk. Jadi perkembangan bisnisnya lumayan pesat.

Oya ternyata nama Baba Rafi itu yg kukira punya Rafi Ahmad adalah nama putranya Rafi. Sedang Baba dari Bahasa Arab yang berarti ayah atau bapak. Kalau nggak ikutan webinar mana aku tahu ya…hehehe

Hijrah ke Jakarta

Begitu mengularnya bisnis kuliner Baba Rafi — yang akhirnya dikenal dengan produk kebabnya, 5 tahun kemudian tepat 2008 Nilamsari pindah ke Jakarta. Sebelumnya di Surabaya Baba Rafi berkembang pesat, bukan hanya di Jawa Timur tapi seluruh Indonesia bahkan sampai beberapa negara.

Awalnya ada yang ingin menjual produk Baba Rafi, akhirnya Nilam yang saat itu tanpa wawasan tentang franchise, hanya menjual gerobak dan bahan baku seperti yang sudah aku tulis diatas.

Hijrah ke Jakarta membuat Nilam semakin bersemangat. Buktinya dalam sebulan bisa membuka 30 outlet. Luar biasa banget yaa. Bahkan setahun kemudian Nilam memiliki 5 rumah kontrakan.

Nilam dalam sharingnya mengaku sebagai OKB (Orang Kaya Baru) sempat tergiur dan berinvestasi kost-kost an hingga bisnis tambang. Padahal dirinya mengaku tidak tahu apa-apa atau kurang memahami bisnis tersebut.

Akhirnya investasi yang lumayan besar itu mangkrak dan mandeg. Hutang bank menumpuk hingga 24 M di usia Nilam yang ke-27. Ditipu teman, dikejar-kejar debt colector, didemo karyawan sendiri. Lengkap sudah hal yang membuatnya stres berat.

Tapi bukan Nilam namanya kalau hanya terpuruk menangisi nasib. Modalnya tak pernah patah semangat. Mulailah dia mencari benang merah untuk mencari akar permasalahan dan solusinya. Salah satunya adalah harus fokus.

Belajar dan Membuka Diri

Saat bisnisnya berkembang terus, Nilam yang tidak menyelesaikan pendidikan S1 nya, tidak berani merekrut karyawan yg lebih senior atau yang profesional. Alasannya, kalau memiliki karyawan yang lebih dari kemampuannya, kuatir dipinteri atau dikacangi hehe

Merasa kurang ilmu, akhirnya Nilam ikut lomba di Majalah Swa dan mendapat juara 1. Hadiahnya beasiswa S2 dan semua bisa dilalui meski Nilam tidak lulus 1. Sebagai bukti kalau berkuliah di S2 Nilam tidak berijasah tapi mendapat semacam sertifikat.

Di sisi lain saat berada di atas, kehidupan Nilam diberi cobaan. Tahun 2017 Nilam bercerai dan dia melepas bisnis Baba Rafi yang identik dengan suaminya. Nilam kemudian mendirikan perusahaan Sari Kreasi Boga yang kini telah masuk di Bursa Efek Indonesia. Keren ya…

Oya saat kehidupannya carut marut dikejar hutang, bercerai dan ibunya yang mengidap leukimia, Nilam tak patah semangat. Berbekal ilmu dan pengalaman, dia kumpulkan pendapatannya sebagai pembicara di seminar-seminar. Alhasil tahun 2019 semua hutang-hutangnya lunas. Amazing…

Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Nilam

1. Tetap Semangat
Walau menghadapi cobaan yang bertubi-tubi kita harus tetap semangat untuk mencari solusi, bukan lari dari masalah. Jatuh bangun dalam berbisnis itu biasa, yang tak biasa adalah bagaimana bisa bangkit kembali tanpa patah semangat.
2. Fokus
Apapun yang kita lakukan harus fokus agar apa yang kita kerjakan bisa berhasil.
3. Jangan menutup diri
Selalu terbuka untuk menerima masukan serta jangan lelah untuk belajar.

Webinar yang bertajuk Tips Memulai Usaha Bersama Nilam Baba Rafi diikuti oleh para blogger. Semua peserta terlihat antusias dengan banyaknya pertanyaan.

Terima kasih Teh Ani dan tim ISB yang memberi kesempatan untuk mendengar sharing pengalaman Nilamsari yang jatuh bangun dalam membesarkan bisnisnya. Kisah dan pengalaman Nilamsari sangat inspiratif.

 

Leave a Comment