Mulanya iseng aja. Kebetulan aku gabung di grup UMKM kelurahan tempatku tinggal. Udah beberapa bulan masuk tapi aku tak begitu perhatian apa yang dishare anggota grup. Hingga suatu hari aku tergerak untuk menyimak percakapan antaranggota di grup.
Menarik juga sih obrolan seputar aktivitas anggota, antara lain memperkenalkan produk masing-masing hingga promo di grup. Tujuannya apa? Pastinya agar produknya dikenal dan ujung-ujungnya ada closingan. Hehe…
Nah kalau udah ada yang beli alias order, semangat dong. Ehh akhirnya aku suka nyimak dan ikut terpercik semangat mereka. Hmm pengen pastinya produkku dikenal hehe … Yes bisnis kuliner…
Mulai Ikut Event Kecil di Kecamatan
Oya aku tinggal di Kota Malang, tepatnya di Kecamatan Kedungkandang. Rumahku tidak jauh dari kantor kelurahan dan kecamatan. Lokasi perumahan yang kutempati juga tak jauh dari Gedung Olah Raga Ken Arok. Di GOR sering diadakan pertandingan baik tingkat provinsi maupun nasional.
Hubungannya dengan UMKM khususnya produkku apa ya? Mungkin ada yang bertanya-tanya. Well…nah ini nih cikal bakal aku sering ikutan event untuk memperkenalkan produkku. Orang bilang mem-branding produk. Tapi aku pemula ya…
Nah suatu hari di grup UMKM yang kuceritakan di atas, mendapat giliran untuk mengikuti bazar di kantor kecamatan. Ada beberapa orang yang ngelist untuk ikutan. Kupikir ini kesempatan baik, jadi akupun ikut ngelist dengan menuliskan produk yang mau kujual.
Apa tuh? Nasi Cumi Pedas… Entah kenapa aku tertarik untuk menjual menu andalanku. Oya menu Nasi Cumi Pedas termasuk best seller yang kujual di stand Kedai Daour Bunda di pujasera Pojok Pesona dekat rumahku.

Jadi di hari yang ditentukan dengan semangat 45 aku menuju kantor kecamatan. Pas aku tiba sudah ada beberapa orang yang menggelar produknya. Akupun menyetor produkku Nasi Cumi Pedas dan produk serba kukus. Alhamdulillah produkku ludes…
Semakin Semangat Ikut Event
Selang beberapa hari kemudian pas Hari Batik digelar di GOR dekat rumahku, aku ikut daftar untuk ikut bazar UMKM. Alhmdulillah waktu itu free alias gratis tidak membayar sewa stand. Makin semangat dong pastinya.

Kembali kukenalkan Nasi Cumi Pedas hasil masakanku. Alhamdulillah ludes juga di acara Hari Batik itu. Siapa yang beli? Ya tamu undangan acara juga pak lurah tempat saya tinggal.
Namanya Pak Bagus yang selalu support warganya untuk berkegiatan positif seperti UMKM ini. Dengan voucher yang ada, pak lurah dan tim memberi semangat dengan memborong habis produk UMKM yang kami jual. Alhamdulillah makasih paklur dan tim…
Dari dua event yakni bazar di kecamatan dan ngisi stand kelurahan Wonokoyo itu, menjadikan aku ingin ikut aktivitas serupa lagi. Aku ingin menjajal hasil olahan masakan apa bisa diterima oleh pembeliku. Rasanya senang banget kalau pelanggan puas saat menikmati nasi cumi pedas olahanku.

Berikutnya aku ikut memberanikan diri untuk ikutan bazar di daerah Sawojajar masih kecamatan Kedungkandang. Di acara kesenian ludruk aku dan 2 orang temanku yakni Bu Okta dan Bu Erna ikut mengisi stand mewakilkan Wonokoyo.
Alhamdulillah acara yang digelar hingga malam membuat jualanku laris manis. Pagi hingga siang nasi cumi pedas ludes. Malamnya aku menjajakan produk pentol Kabul yang memang udah aku jual di 2 stand yang aku miliki. Alhamdulillah terima kasih ya Allah…
Makin Mantap Dengan Keputusanku
Dari 3 event yang aku ikuti menurutku lumayan sukses dan pastinya mengandung cuan, hehe… Akhirnya aku memutuskan untuk menjalankan bisnis kuliner terutama Nasi Cumi Pedas lebih serius lagi. Oya sewa stand yang di pujasera Pojok Pesona kebetulan Desember ini berakhir. Menurutku prospeknya lebih menjanjikan kalau ikut event-event. Jadi aku mantap deh untuk bye bye pujasera Pojok Pesona.
Selanjutnya aku sudah memikirkan untuk planning 2026, untuk sabtu minggu bila ada event aku akan ikut mempromosikan nasi cumi pedas. Kalau pas tidak ada event bisnis kuliner nasi cumi pedas akan kupusatkan di Jalan Lembayung.
Di jalan Lembayung sudah ada standku tapi untuk produk franchise Pentol Kabul. Lokasinya strategis dan tempatnya cukup kalau untuk nambah varian jualan nasi cumi pedas.
Kenapa baru kepikiran jadi satu ya daripada sewa tempat lagi. Nah itulah belajar dari pengalaman pastinya akan mendapat pencerahan. Kalau tidak dicoba sewa tempat lain seperti di pujasera, mana akan dapat pengalaman?
Jadi menutup tahun 2025 dan memasuki tahun 2026, aku memantapkan bisnis kuliner di 2026 lebih serius agar lebih berkembang. Bismillah ya Allah… semoga harapan-harapkan yang kusematkan dalam sujudku, Engkau kabulkan semuanya. Aamiin…
Kalau planning tahun 2026, kalian mau ngapain?