S.12: Keliling Kota Malang, Gratis Bersama Macyto

Maret 11, 2019
Bus Macyto siap berkeliling (dok.pri)

Malang merupakan satu kota jujugan wisata di Jawa Timur. Tak hanya ingin memberi pelayanan yang optimal kepada wisatawan saja, tapi Pemkot Malang juga ingin membuat pengunjungnya nyaman. Banyak cara ditempuh oleh Pemkot Malang lho Mak, mulai dari mempercantik kota dengan taman hingga fasilitas lainnya seperti transportasi gratis. What?  Gratis?

Nah kalau emak ingin jalan-jalan di Malang, bisa gratis lho. Gak percaya? Jangan lewatkan pokoknya kalau pas liburan di kota sejuk ini. Emak dan keluarga bisa naik bus khusus yang disediakan oleh Pemkot Malang. Kemana saja rute dan kapan bisa ikut bus tak berbayar ini? Yukkk simak ya Mak ...

Macyto Bus  Bertingkat yang Unik

Malang sebagai kota wisata kini tengah memolekkan diri dan terus berbenah ke arah lebih baik. Iya dong, semua pihak dikerahkan dari warga, pihak terkait dan juga pemerintah. Tidak hanya secara fisik seperti menjaga kebersihan kota, membangun taman-taman tapi juga menyediakan moda transportasi tak berbayar. Hmm...menarik ya?

Pemkot Malang saat inj memiliki dua unit kendaraan bus bertingkat yang kerap menyusuri jalan-jalan kota. Bus  Macyto atau Malang City Tour namanya. Keren ya Mak, hehe...Bus bertingkat dua ini milik pemerintah kota Malang. Sudah beroperasi kurang lebih sekitar 4 tahun sejak 2015 lalu. Saat itu Malang masih dipimpin oleh Walikota Muhamad Anton atau lebih dikenal dengan sebutan Abah Anton. Bus berwarna hijau dengan bentuk yang kotak dan unik ini selalu menarik perhatian masyarakat. Bahkan bus yang bisa mengangkut sekitar 40 penumpang ini menjadi kebanggaan warga Malang.
Siap keliling (dok.pri)

Sayangnya masih banyak warga yang belum mengenal keberadaan Bus Macyto ini. Maksudnya mereka bangga tapi belum tahu bagaimana cara untuk bisa mendapatkan fasilitas naik bus Macyto ini. Padahal layanan juga untuk warga Malang selain untuk melayani wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Balik lagi ke Bus Macyto ya. Bus ini memiliki bagian atas tanpa atap, sehingga penumpang dengan leluasa bisa melihat pemandangan kota. Meski demikian keamanan menjadi hal utama. Petugaspun selalu mengingatkan penumpang, saat melewati pepohonan tinggi di pinggir jalan. Banyak ranting-ranting yang menjulur diharapkan penumpang agar menunduk supaya tidak tersangkut.

Bus bagian atas tak beratap (dok.pri)


Fasilitas Bus Macyto selain tak berbayar juga ada safety belt atau sabuk pengaman untuk penumpang yang di atas. Kalau bagian bawah karena dirasa lebih safety, sehingga tidak terlihat safety belt seperti di atas. Bus yang tampak antik ini, baik lantai atas ataupun bawah tampak bersih. Sebab ada tempat sampah yang disediakan. Jadi bagi penumpang yang membawa bekal minuman atau snack bisa membuang sampah pada tempatnya. Kalau penumpang atau warga mempunyai kesadaran tinggi tentang kebersihan, tentu saja tampak kinclong terus bus nya Mak...

Menurut  Agung H. Buana selaku Kepala Promo Wisata Disbudpar Malang mengatakan, tujuan beroperasinya Macyto ini agar wisatawan nusantara dan mancanegara mengenal kota Malang. Tentu saja Macyto ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Yang pertama pasti suka dong naik bus unik tak berbayar, diajak muter-muter Malang dan banyak informasi yang diberikan oleh petugas.

Berkeliling Mengitari Area Heritage

Saat berkeliling mengantar para penumpang, akan ada petugas yang menjelaskan tentang tempat-tempat yang dilewati. Ternyata di pusat kota Malang banyak lho mak tempat yang bersejarah dan menjadi cagar budaya. Seperti Alun-alun Tugu, Museum Brawijaya dan masih banyak lagi.
Alun-alun Tugu yang bersejarah (dok.pri)
Museum Brawijaya (dok.pri)

Rute Bus Macyto titik keberangkatan dari Taman Wisata Rakyat (Tawira) yang lokasinya persis di belakang kantor pemkot. Kemudian bergerak mengitari alun-alun Tugu menuju stasiun Kota Baru. Selanjutnya melalui Lapangan Rampal ke arah lokasi Wisata Heritage di Kayu Tangan.

Sepanjang jalan penumpang akan melihat bangunan tua dengan arsitektur model Belanda seperti SMA Coryesu. Bus Macyto selanjutnya mengarah ke Alun-Alun Malang, Jalan Kawi, Jalan Ijen, putar balik dari Jalan Simpang Balapan menuju Alun-Alun kembali. Lewat Pasar Besar, Kampung Warna-Warni dan kembali ke pool bus di Tawira. Perjalanan keliling kota akan menghabiskan waktu sekitar 70 menit.

Kampung Warna Warni (dok.pri)

Jadwal Bus Macyto

Bagi yang berminat naik Bus Macyto harus datang ke Tawira. Untuk rombongan sebaiknya konfirmasi pendaftaran dulu mengingat jadwal bus selalu full. Khusus rombongan bisa menghubungi disbudpar untuk booking jadwal. Sedangkan untuk masyarakat umum yang non rombongan, bisa langsung datang ke lokasi Tawira tanpa dipungut bayaran.

Adapun jadwalnya adalah Senin hingga Jumat mulai pukul 09.00-12.00 khusus wisatawan. Untuk umum dan wisatawan hari Sabtu dan Minggu pukul 09.30-12.00.

Bagaimana makkk, minat untuk keliling kota Malang dengan Bus Macyto? Gak bayar alias gratis. Pasti mak dan keluarga bakal terkesan!

Salam Arema,

Nyk's Note

#setip
#setipEstrilookCommunity

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

9 Comments

  1. Kyaaa pengen naik Macyto yang atasnya

    BalasHapus
  2. Kapan ya bisa sampai malang? Duh pengen ngerasain Malang kek mana kotanya destinasi nih ditabungin dulu

    BalasHapus
  3. Malang jeren tenan..Punya bus Macyto yang gratis. Ini ada hakte yang bisa turun naik enggak Mbak..Atau sekali keliling kota saja?

    BalasHapus
  4. Unik busnya. Sepertinya asyik naik yg di atas bisa leluasa menikmati kota malang. Mudah2an suatu saat bisa berkunjung ke Malang dan menikmati bus unik itu.

    BalasHapus
  5. Wihhh, seru ya. Ini kayak Bandros kalau di Bandung. Di Solo kalau nggak salah juga ada. Kalau di Jakarta ya Shuttle Bus itu. Cuma kurang asyik karena di beberapa titik macetnya nauzubillah.

    BalasHapus
  6. Waa.. seru ini kalau di Bandung namanya Bandros. tapi ngantrinya nggak nahan mbaaa. Di Malang suka ngantri juga nggak?

    BalasHapus
  7. Mirip dengan punya Bandung. Kalau di Bandung namanya Bandros. Digunakan untuk berkeliling kota juga.
    Dulu Bandros juga menyediakan ruangan tanpa atap di atas bus, tapi karena pernah ada yang kecelakaan, sekarang bagian atasnya tidak dipergunakan lagi.

    BalasHapus
  8. Aku udah pernah sekali.mau naik lagi kok blm sempet ya. Hehe... Antri ya itu lhooo

    BalasHapus
  9. Wah asik nih macyto gratis alias gak bayar,bs mengelilingi bangunan bersejarah di Malang. Kalo di Surabaya juga ada bus SSCT dan Surabaya Heritage Track. Ah kapan2 kalo ke Malang mau nyobain naik bus yang atas deh hehe :)

    BalasHapus