Family Time di Kedai Radin yang Nyaman

Januari 18, 2019 1 Comment
Familiy Time?  Yupp... Itu saat yang paling berharga dalam sebuah keluarga. Kumpul bareng menghabiskan waktu libur untuk santai bersama orang-orang tercinta. Emak juga sering kan meluangkan waktu ramai-ramai?

Seperti kemarin nih, mumpung si ayah free, anak-anak ngajakin keluar. Nah tujuan utamanya sebenarnya ke rumah saudara. Pas diperjalanan menuju Kepanjen, anak-anak pengen makan. Jadilah kami singgah disebuah tempat makan, namanya Kedai Radin.
Kedai Radin (dok.pro)

Kedai ini lokasinya strategis di Jalan Ahmad Yani no 29. Gak jauh dari rumah saudara yang ingin kami kunjungi. Sekitar Pasar Kepanjen di pinggir jalan utama ibukota Kabupaten Malang. Menempuh waktu kurleb 30 menit arah selatan Kota Malang
Mural bertema keluarga di dinding Kedai Radin  (dok.pri)

Pertama masuk di Kedai Radin, kesan awal sih merasa nyaman. Bukan Kedai kalau menurut saya, lebih mirip disebut kafe. Lebih tepatnya kafe yang familiar buat anak-anak dan keluarga. Konsepnya kekinian dan welcoming banget lho. Terlihat dari mural yang tergambar di dinding kanan dan kirinya. Ada gambar anak-anak begitu riang berlarian bersama ayah bundanya. Wahh anak-anak jadi betah dan relax.

Kafe Radin yang Terlahir Kembali...

Kafe Radin ternyata punya cerita. Alhamdulillah sore itu owner Kedai Radin berada di tempat. Jadi bisa ngobrol sambil menunggu menu tersaji. Menurut Dhani -- pemilik kedai mengatakan, mulai beroperasi dengan bendera Kedai Radin sejak tahun 2009. Namun saat itu hanya menyediakan menu tunggal yakni Bakso Jamur Radin. Lokasinya juga bukan di tempat sekarang, tapi di Jalan Anjasmoro no 37 Kepanjen. Atau tepatnya berlokasi di Hotel Santana milik orang tuanya.
Mau beli Bakso Jamur ?(dok.pri)

Dalam perkembangannya,  kemudian Dhani melakukan ekspansi ke Kota Malang. Pada tahun 2011 membuka cabang di Jalan Sigura-gura di sekitar area kampus ITN,  Brawijaya dan kampus lainnya. Namun ternyata hasilnya tidak sesuai dengan harapan, sehingga cuma bertahan setahun saja. Tahun 2012 usahanya tutup. Dua tahun kemudian mencoba keberuntungan dengan membuka usaha kuliner kembali di daerah Cempoko Mulyo. Tapi lagi-lagi tutup tak bertahan lama.

Ayah dari 3 orang anak perempuan ini kemudian berusaha untuk belajar tentang menu apa yang cocok untuk usahanya di Kepanjen ini. Berbekal coba-coba untuk mendapatkan formulasi yang tepat, selama hampir 2 tahun baru didapatkan resep ayam yang jos dan dinamakan Ayam Serba Salah. Kenapa disebut demikian?
Keluarga kecil Dhani (dok. Dhani) 

Ternyata karena keinginan mencipta menu yang pas dan identik dengan Kedai Radin itu berdasarkan coba-coba. Berulangkali ada rasa yang kurang pas dengan takaran bumbu serta rempah. Menurut owner Kedai Radin ini, selalu ada yang salah, hingga disebut Ayam Serba Salah. Begitu mendapat taste yang diharapakan,  Dhani girang banget.

Dari hasil pengamatan dan pengalaman Dhani, untuk membuka kuliner di Kepanjen harus menyediakan banyak menu. Sehingga pelanggan bisa memilih sesuai seleranya.  Kalau selama ini buka dengan satu menu seperti bakso jamur saja,  niatnya bulat membuka bisnis kuliner dengan beragam menu dan untuk semua kalangan.
Owner Kedai Radin, Dhani yang tak patah semangat (dok.pri)

Dengan mengangkat konsep rumah makan yang kekeluargaan serta bermotto paling murah, paling enak dan paling nyaman. Akhirnya pada 1 Agustus 2018 Kedai Radin buka kembali dengan wajah baru di Jalan Ahmad Yani.

Awal buka Kedai Radin mengeluarkan program yang cukup unik dengan menggratiskan menu paket Ayam Goreng sebanyak 700 paket. Meliputi 200 dibagi ke kaum tak berpunya dan 500 paket dibagikan selama 5 hari masing-masing 100 paket/hari.

Kini berkat kegigihan Dhani dan suport dari istri dan keluarganya Kedai Radin perlahan mulai berkembang dengan omset harian mencapai 5 hingga 7,5 juta. Kini Dhani pun tetap berusaha bagaimana Bisnis kulinernya lebih maju lagi.

Dibantu oleh 20 orang karyawan dengan sistem kerja 5 shift on 24 jam, Kedai Radin berharap bisa mengedepankan pelayanan yang cepat untuk kepuasan pelanggan. Demi pelayanan prima pihaknya juga delivery order free ongkir untuk wilayah Kepanjen dengan order minimal 3 item.  Juga ikut bekerjasama dengan Go Food dan Grab Food. Berharap Kedai Radin akan lancar dan eksis ke depannya.  Aamiin..



Menu Andalan Kedai Radin

Apa aja nih menu Kedai Radin setelah buka kembali? Dari menu pembuka,  menu utama Dan dessert (makanan penutup) ada semua. Dari Bakso Jamur. Ayam Serba  Salah,  Ayam Geprek, Nasi Goreng Jawa, Nasi Goreng Hongkong, Nasi Goreng Radin  hingga Rawon.
Menu Kedai Rain (dok.Kedai Radin)

Untuk menu andalan Kedai Radin tertulis di depan Ayam Serba Salah, Bakso Jamur dan Rawon serta Nasgor Radin . Jadilah kami memesan menu makanan tersebut, kecuali Ayam Serba Salah (yang ini dibungkus). Anak-anak memilih ice cream Dark Frappucino sebagai dessert. Ice cream ini dibandrol harga 15 ribu, murah yes!  Itu sesuai mottonya : kedai untuk keluarga paling murah, enak dan nyaman. Top dehhh...
Dark Frappucino yang yummy... (dok.pri)
Ayam Serba Salah yang empuk dan terasa bumbu rempahnya (dok. KR) 

Menurut si ayah, taste rawonnya "dapat" dengan kuah yang gak terlalu pekat dan kental. Nasgor Radin pilihan kakak Anin Amyra cucok seleranya. Nasgor Jawa pilihan si bungsu Wawa, pedas sesuai kesukaannya. Hmm pilihan emaknya mie kuah yang segerrr..

Nasi Rawon dan Mie Lush (dok.pri)
Nasi Goreng Jawa  dan Nasi Goreng Rain (dok.pri)

Menu lainnya banyak sih seperti sajian Sop Buntut, ayam geprek mozarella, omelete dan lain-lain. Untuk menu minuman ada kopi,  aneka jus buah,  es jeruk juga ada ice cream aneka varian serta salad buah. Harganya terjangkau paling tinggi harga 30 ribu.  "Wuikkkk cek hamure rekkkkk..." bathinku saat melihat list harga menu.
Family Time di Kedai Radin (dok.pri)

Jadilah family time, kami habiskan di Kedai Radin yang menawarkan suasana akrab dan instagrammable. Penasaran? Sila meluncur langsung ke tekape, buka 24 jam lhoo...

Kedai Radin
Jl. Ahmad Yani no 29 Kepanjen,  Malang
Telp.  (0341) 393530
WA 0818 0503 0226

#kedairadin
#ODOP
#estrilookchallenge
#day9




Ada Apa Dengan Hotel Victoria Malang?

Januari 11, 2019 34 Comments
Saat terlintas pertanyaan itu,  pasti dalam hati ingin tahu ya ,  ada apa sih dengan Hotel Victoria Malang? Pastinya banyak hal yang belum diketahui orang. Hotel yang berkonsep Kolonial Modern, belum genap setahun usianya.  Tapi jangan salah yaa,  meski belum lama dibuka, tapi kerap jadi jujugan artis lho. Kenapa?  Karena Hotel Victoria memiliki ke-khas-an yang tidak dimiliki oleh hotel lain. Penasaran?  Simak ya..
Hotel Victoria (dok.pri)

Hotel Victoria yang elegant

* Pertama melihat hotel ini saya kira rumah Eropa, tinggi dan memanjang seperti deretan ruko. Tapi diperhatikan lagi kok tanpa pintu sepeti layaknya ruko? Berlantai dua bangunan ini nampak berbeda dengan bangunan di sekitarnya.
Tampak menyolok dengan warna-warni pada bagian atasnya.

* Kedua kalinya, saya tak membuang kesempatan untuk melihat lebih dekat lagi.  Menyusuri setiap kamarnya yang berjumlah 80. Menuju kamar bak masuk dalam sebuah tempat yang elegant dan eksotik. Itulah salah satu bagian Hotel Victoria yang berlokasi di Jl Ciujung no 7 Malang.
Menuju kamar hotel (dok.pri)

Masuk ke dalam kamar,  tampak bersih dalam balutan warna putih. Fasilitasnya lumayan lengkap dengan interior menarik. Terpajang ada lukisan Malang Tempo Dulu yang dipasang persis di dinding atas bed.
Kamar hotel dengan foto lukisan malang Tempo Dulu (dok.pri)

Menurut Pak Alexander selaku Public Relation, Hotel Victoria ini berkonsep Kolonial Modern. Ciri yang terlihat salah satunya adalah interior dan eksteriornya merupakan paduan kekinian dan jadul. Jaman now,  orang atau pengunjung lebih memilih konsep hotel yang unik dan langka. Hotel Victoria memiliki itu,  apa aja?

1. Nyaman di tengah kota
Hotel Victoria lokasinya di tengah kota,  namun kesan bising dan ramai oleh lalu lalang kendaraan tak nampak.  Buat yang bermalam di hotel ini,  bakal merasa nyaman menikmati liburannya.
Menikmati sore di lobby hotel (dok.pri)


2. Hotel yang Bersih
Bangunan hotel hampir 95% berwarna putih.  Sehingga identik dengan warna yang bersih.  Kesan itulah yang terlihat di semua sudusudut hotel yang berlantai dua.

(dok.pri)

3. Kamarnya Unik
Setiap kamar di Hotel Victoria ada interior berupa foto lukisan Malang Tempo Dulu atau lukisan mantan Presiden RI pertama.  Ini yang membuat Hotel Victoria dikenal memiliki ke-khas-an.   Juga ada penyerap bebauan tradisonal dengan kopi dan arang,  sehingga aroma kamar berkesan aromatherapi. Namun tamu hotel kadang mengira itu sesajen. Setelah diberi penjelasan,  malah menilai "sesajen" itu unik.
Arang dan kopi untuk menyerap bebauan (dok.pri)

4. Resto yang Menarik
Restonya bernama De Colonial.  Kursinya unik dan interiornya juga menggambarkan Malang Tempo Dulu.  Menu makanan tradisional seperti Nasi Goreng, Nasi Ayam Goreng,  Mie Goreng dll dengan harga yang terjangkau banget.

Foto lukisan yang ada di Resto De Colonial (dok.pri)
Nasi Goreng Rawon (dok.pri)

5. Harga Menginap yang Ramah
Untuk rate bersahabat banget lho.  Apalagi melihat fasilitas yang ada,  pengunjung bisa menilai sendiri.  Memang berapa publish rate Hotel Victoria?
(Dok. Ist)

6. Fasilitas Lengkap
Fasilitas yang diperoleh pengunjung yang menginap di Hotel Victoria istimewa lho.  Misalnya untuk fasilitas kamar seperti AC,  WIFI, TV,  telephone, toiletries set,  air mineral dll.
Fasilitas kamar hotel (dok.pri)

7. Ramah dan Familiar
Layanan resepsionis ramah dan familiar.  Saat menerima tamu hotel bersikap santun dan mengedepankan pelayanan yang optimal. Salah satunya membagikan souvenir kepada semua pengunjung yang menginap di Hotel Victoria.
Pelayanan hotel pada tamu salah satunya membagikan souvenir  (dok. Ist) 

* Ketiga kalinya, saya merasa yakin Hotel Victoria bisa jadi referensi buat tamu-tamu wisata saya. Sebagai pelaku bisnis yang bersentuhan denga sektor wisata,  tentu punya feeling kuat. Yes... Hotel Victoria bisa jadi andalan. Oya Hotel Victoria juga dikenal sebagai Vila Victoria Boutique Residence..


(dok.pri)



Berhasil Memikat Artis dan Kru Film YWB 2

Minggu lalu saya berkunjung ke Hotel Victoria bersama blogger-blogger lainnya atas undangan Komunitas Malang Citizen.  Pihak manajemen hotel pun ramah menerima kami di lantai 2 tepatnya di meeting room.  Usai ngobrol ringan kami dipersilahkan menikmati hidangan untuk selanjutnya tour room hotel.
Foto bersama bloger Malang dan manajemen hotel (dok. Ist) 

Hasil muter-muter sudah diulas di atas ya? Kami merasa enjoy banget dan comfort berada di dalam area hotel.  Staycation kali ini penuh keakraban dan terjalin silaturahim yang hangat. Ini yang membuat kami betah,  bahkan diantara kami ada yang menghabiskan waktu untuk kongkow sampai malam.
Pak Alex dan Mas Endrita dari MC (dok.pri)

Dalam kesempatan ngobrol dengan Bapak Alexander,  terungkap kalau artis dan kru film Yo Wis Ben (YWB)  juga menginap di Hotel Victoria. Selama 2 minggu mereka yang take picture di Malang, betah lho menginap di Victoria. Kalau gitu pasti yang lain juga betah dong. Jadi bagi yang berencana liburan atau perjalanan dinas ke Malang,  recommended deh #victoriaboutiqueresidence buat bermalam. Jadi sudah terjawab kan pertanyaan,  "Ada Apa Dengan Hotel Victoria? "...

#hotelvictoriamalang

Untuk reservasi sila hubungi:

Hotel Victoria
Jalan Ciujung No.  7 Malang

Telp (0341) 4352686
WA 0857 9144 6830

#ODOP
#estrilook community
#day8


Lupa Diet, Kalau Makan di Warung Lupa Diet

Januari 09, 2019 Add Comment
Sekarang emak lagi diet ya?  Sammmaa... saya juga lagi diet nih. Berat badan naik 60 kg dengan tinggi badan 156 cm. Sebenarnya menurut rumus ideal BB seseorang sih masih normal ya?  Emak yang bisa ngitung cung dong...#hehe...
Tempat Kasir (dok.pri)

Nah kemarin pas malam minggu,  anak-anak ribut pengen hang out.  Ya wis sebagai emak yang baik hati (ehemm...) oke in aja ajakan anak-anak.  Yuk yukkk..

Muter-muter Kota Saja

Bersama dua krucilku, kami muterin Kota Malang. Ramai pastinya karena malam minggu.  Kalau hari biasa pukul 21.00 saja Malang sudah kayak kota mati.  Berhubung weekend,  makanya saya bisa ajak anak-anak menikmati kota di malam hari.

Menyusuri sepanjang jalan Urip Sumoharjo menuju Taman Trunojoyo.  Taman yang lokasinya persis di seberang stasiun kota ini masih tampak ramai.  Riuh anak bermain di pelataran membuat malam semakin hangat. Untungnya bintang bertaburan di langit, artinyaya beruntung gak hujan gitu...

Dari Taman Trunojoyo ke barat melewati alu-alun Tugu lurus ke barat hingga jalan Semeru dan Ijen. Disekitar Ijen Boulevard banyak orang nongkrong di bangku-bangku taman. Malang kece lho sekarang banyak tertata kursi taman disepanjang jalan.

Nah sampai diperempatan Ijen arah selatan,  kami berbelok ke arah timur menyusuri Jalan Kawi.  Di jalan ini ada mall MOG (Malang Olympic Garden) . Malam itu terlihat tak begitu ramai,  pengaruh tanggal tua?  Haha...#entahlah..

Mall MOG coret,  anak-anak gak mau maipir di lokasi bekas stadion. Akhirnya kami meneruskan perjalanan menuju alun-alun.  Etapi saat melewati beberapa tempat kuliner si bontot pengen makan.  Si sulung juga oke.  Ya sudah bil suara terbanyak aakhirnya mampirlah kami di  Warung Lupa Diet. Hihi aneh ya namanya... #bikin penasaran.

Warung Lupa Diet,  Iih Kok Gitu sih?

Tertulis gede Warung Lupa Diet.  Wah iseng saya tanya kok namanya rada-rada menggelitik ya?  Supervisor yang bertanggungjawab malam itupun tersenyum mendapati pertantanyaan nyeleh. Hehe... Penasaran kan?  Ternyata sang owner dapat idenya juga tak sengaja. Kata Spv itu, owner nemu ide gitu aja bu...#woow belym puas sama jawabannya,  hihi..
Warung Lupa Diet (dok.pri)

Anyway... Begitu kami menuju jajaran kursi, seorang pramusaji memghampiri. Memberitahu kalau pilihan menu ada di dinding. Terlihat kertas tak begitu besar tertulis nama menu.  Kami melihat aneka menu dan disarankan mengambil kertas pilihan kemudian diperlihatkan kasir. Transaksi dan membayarnya.  Baru kami bisa menuju tempat duduk.

Sambil menunggu hidangan datang,  seperti biasanya pandanganku jelalatan menyapu suasana tempat kuliner inini.   Ruangannya terpisah-pisah oleh beberapa pilar dan juga dinding.  Kami mengambil duduk disisi kanan agar pandangan terasa luas.

Lumayan sih banyak mural di dinding dengan warna mencolok.  Juga ada mural berbentuk orang. Cakep sih buat pepotoan. Tak kurang sepuluh menit menu pesanan kami datang. Menunya Nasi Ayam Betutu,  Nasi Goreng Jawa dan Nasi Goreng Hongkong. Kalau harga sih standar dan masih terjangkau.  Malam itu kami ambil 3 paket menu,  cuma bayar 49.500 rupiah...
Makan betsama (dok. pri) 

Tentang rasa untuk Ayam Betutu-nya menurut lidahku kurang berasa kuat bumbunya.  Juga setahuku olahan ayam Betutu itu pedas ya?  Jadi kalau untuk nilai dapat 7 deh dari poin 10. Begitu juga Nasi Goreng Hongkong rasanya standar, sama seperti layaknya nasi goreng biasa.  Tapi kalau Nasi Goreng Jawa nya nikmat euyy...Terutama karena mix dengan sayuran, telur,  ayam dan bumbunya berasa banget.  Recommended deh Nasgor Jawanya... #pengen lagi..haha..
Ayam Betutu (dok.pri)

Wah ayahab (boso walikan Malang)  yang artinya bahaya. Kok bahaya? Ya iyalah... Kalau mengikuti keinginan nambah Nasgor Jawa lagi. Artinya diet saya bakal gagal dong.  Inipun makan malam lewat pukul 19.00 udah nyalahi aturan baku,  hehe... Apalagi harus nambah lagi?
Nasi Goreng Jawa (dok.pri)

Jadinya kepikiran Warung Lupa Diet memang mengajak saya buat melupakan program diet yang kucanangkan.  Kenapa?  Ya karena nikmatnya Nasgor itu. Sebelum benar-benar lupa diet,  kami bertiga segera mengakhiri pengalaman makmal di Warung Lupa Diet.

Emak kalau gak percaya, tempat kuliner yang lokasinya di Jalan Kawi ini bisa membuat lupa diet,  sila deh coba nongkrong di Warung Lupa Diet.  Rasakan sensasinya sendiri ya?

#ODOP
#Estrilook Community
#day7







Saat Nanda Kreatif Dalam Burger Cinta Untuk Bunda

Januari 09, 2019 40 Comments
Pernahkah membayangkan si kecil tetiba melakukan hal yang tak pernah dikerjakannya?  Misalnya menyusun bahan-bahan untuk membuat burger, makanan asal Jerman itu?  Wahh tentu para ibu,  bunda atau mama merasa surprise ya.  Apalagi saat Burger yang siap dinikmati diberikan pada bunda tercinta.  Pasti ada rasa haru dan bangga yang menyeruak kan Bun?

Brosur acara (dok.pri)

Itulah gambaran sekilas tentang kegiatan yang bertajuk Burger Cinta Untuk Bunda (BCUB). Acara yang penuh kreativitas ini, diinisiasi oleh Kedai Blogger Pintar (KBP) bekerjasama dengan Chichen Crush (CC) Malang.  Bertempat di salah satu ruangan di CC jalan Pandan no 11 Malang. Sejatinya acara tersebut dalam rangka menyambut Hari Ibu 22 Desember lalu. Namun karena full jadi baru terselenggara akhir Desember lalu (29/12).

Peserta BCUB : Antusias,  Kreatif dan Semangat

Pagi itu sebelum acara dimulai,  tampak bergerombol anak-anak didampingi bundanya. Mereka tengah melakukan registrasi ulang dan menerima topi dengan nama masing-masing  sebagai tanda peserta. Total peserta 21 orang anak yang mendaftar,  namun yang registrasi ulang ternyata hanya 20 anak.
Registrasi peserta (dok. Dyah) 

Usai registrasi anak-anak menuju ruangan dan menempati kursi yang sudah tersedia.  Masing-masing meja terisi 4 anak dengan bahan burger telah disiapkan oleh pihak CC. Apa tuh bahan-bahan untuk membuat burger?  Ada roti,  daging asap,  daun sla, mentimun,  irisan bawang bombay dan saus serta mayones.
Bahan burger (dok.pri)

Sebelum acara dimulai, semua berdoa bersama dilanjut sambutan Bunda Sri Rahayu mewakili Kedai Blogger Pintar juga Kak Dimas dari Chichen Crush.  Intinya Bunda Sri berharap,  acara BCUB akan menjadi ajang kreativitas anak agar tampil percaya diri dalam keseharian.
Berbaris rapi untu mencuci tangan (dok.pri)

Wuihh ternyata semua peserta yang berumur 5 - 10 tahun ini terlihat antusias dan semangat. Bahkan saat pemandu acara Kak Ati dan Kak Ifa meminta berbaris untuk cuci tangan,  dengan sergap mereka membentuk barisan teratur.  Jempol deh pesertanya disiplin. Mantul yak...

Menyusun Burger Dengan Cinta

Berikutnya saat acara akan dimulai, para bunda juga hebat nih. Hebatnya apa ya?  Bunda-bunda konsisten mengikuti aturan main acara. Apa tuh?  Salah satunya tudak diperkenankan untuk membantu putra putrinya. Jadi acara menyusun burger pyurr kreativitas anak yang dipandu oleh Kak Dimas.
Antusias mengikuti acara (dok.pri)

Awalnya anak-anak menata kertas yang disediakan kemudian mengambil roti bagian bawah. Ditambahkan daging asap, daun sla, mentimun juga irisan bawang Bombay.  Kemudian diberi saus serta mayones. Saat membubuhi saua, beberapa peserta menunjukkan daya kreatifnya dengan membentuk wajah.  Lucu dan keren,  hehe... Berikutnya roti bagian atas ditangkupkan serta diajari cara membungkus burger.
Peserta membuat burger (dok.pri)

Burgernya lucu (dok.pri)

Semua peserta sangat antusias,  apalagi MC menghidupkan acara dengan berbagai game dan kuis.  Bukan saja peserta yang ikut game, tapi juga bunda-bunda turut meramaikan acara. Kedai Blogger Pintar juga membagikan sertifikat peserta dan voucher dari Make Up Dyah dan Icha Dalila.  Keren kan?

Alhamdulillah acara lancar dan seru.  Selain peserta dapat pengalaman baru, yang pasti juga merasa berkesan. Seperti salah seorang peserta yang bernama Thalita yang sangat enjoy menikmati acara ini. Bahkan saat hasil karyanya diserahkan ke Bunda Nissa, tatapannya tampak berkaca-kaca.  Mungkin terharu. Sebab tak menyangka kalau dia bisa melakukan hal yang tak pernah dia bayangkan.
Thalita bersama Bunda Nisa (dok.pri)


Foto bersama usai acara (dok. Dyah) 

Saat ditanya kenapa berminat acara ini,  Thalita mengaku suka dan sudah lama ingin bisa membuat burger.  Yessss...berarti seperti gayung bersambut yaa. Sebelum acara ditutup semua peserta foto bersama.  Tinggal kesan indah yang bersemayam di hati anak-anak.  Yakin itu akan terkenang hingga kelak mereka dewasa.

#ODOP
#Estrilook Community
#day6

Jajanan Jadul Menggoda Hati Di Kampung Budaya Polowijen Malang

Januari 08, 2019 28 Comments
Minggu pagi cerah.  Tak biasanya anak-anak sudah bersiap jalan pagi.  Mumpung libur,  kata mereka.  Memang mau kemana nak?  Ehh.. .Ternyata emaknya pernah berjanji,  hari Minggu bakal ngajak jalan ke pasar tradisional Minggu Legi.  What?  Apa pula tuh Pasar Minggu Legi?  Buat orang Jawa yang sedikit tahu (kayak saya nih,  meski berdarah Jawa tapi lebih banyak hidup di Makasar) mungkin bingung.  Tapi bagi Jawa tulen pasti paham tentang hari pasaran Jawa. Next time saya tulis yaaa...
Di Kampung Budaya Polowijen (dok.pri)

Lanjut tentang jalan-jalan pagi, nih dua anakku sudah siap grak.  Jadi emaknya mau gak mau bayar utang janji.  Jadilah pagi itu bertiga meluncur ke suatu pasar tradisional yang berlokasi di Jalan Cakalang Malang.

Bernostalgia ke Kampung Budaya Polowijen (KBP)

Berbekal sebuah info di WAG tentang Pasar Tradisional Minggu Legi, teryata dikemas di Kampung Budaya Polowijen. Kampung ini merupakan bagian dari kampung tematik yang diresmikan tahun 2017 oleh Walikota Malang saat itu, yakni Ir. H. Muhammad Anton.

Tak sulit untuk menemukan lokasinya, karena ada papan petunjuk menuju lokasi KBP.  Mulanya masuk Jalan Cakalang kurang lebih 300 meter menuju KBP yang masuk RT 03 RW 02 Kelurahan Polowijen,  Kecamatan Blimbing. Jalan masuk menuju lokasi tak terlalu lebar tapi cukup untuk dua mobil bersimpangan.

Begitu tiba di lokasi KBP akan disambut tulisan selamat datang dengan umbul-umbul berdera berjajar rapi. Terlihat view sawah yang baru saja siap tanam.  Jadi tidak nampak tanaman padi yang menghijau.  Hehe...

Melewati jalan setapak selebar 2 meter  kami menuju kerumunan warga yang berpakaian tradisional Jawa jaman dulu.  Lengkap dengan topi petani sebagai penunjang suasana jadul. Di depan pintu masuk seorang perempuan mendekati kami seraya menawarkan penukaran uang resmi dengan kotak kayu kecil bernominal.
Warga berpakaian tradisional (dok.pri)

"Monggo bu ditukar dulu uangnya", sapanya ramah. Ditangannya ada semacam wadah yang didalamnya terdapat potongan kayu kotak sebagai pengganti transaksi di pasar ini. Saya pun segera menukarkan dan berpindahlah 6 kotak kayu bertulis angka 5000.

Pagi menunjuk pukul 08.30, belum terik ya?  Tapi ada sesuatu yang berbunyi di perut.  Hihi rupanya saya ingin sarapan.  Bergegaslah ke deretan penjual makanan. Wahhh melihat semua, rasanya saya ingin memborongnya.  Hmmm..
Menu jajanan jadul membuat saya sedikit kalap. Hehe.

Jajanan Jadul Menggugah Selera

Beberapa stand jajanan dan peganan jadul ada di pasar tradisional ini.  Rupanya sudah banyak yang habis. Cuma ada beberapa yang masih ada. Aduhh ternyata saya terlambat datang. Padahal acara lounching Pasar Tradisional Minggu Legi baru dimulai pukul 09.00 menurut salah seorang warga.

Benarlah saat saya menyusuri pasar tak lama ada rombongan dari DPRD Kota Malang hadir. Sayup terdengar bahwa KBP ini ada karena usaha dari Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis). Pokdarwis-lah yang mengusulkan kampungnya bertema budaya. Ada juga kegiatan tarian warga sekitar,  pembuatan patung, seni macapat , membatik dll..
Kesenian Tarian Tradisional (dok.pri)

Nah yang membuat saya tertarik datang adalah karena ada pasar tradisionsl Minggu Legi.  Secara saya suka dengan kulineran jadul yang menggugah selera untuk menikmati penganan waktu saya kecil dulu. Apa saja yang temui dan yang pasti saya beli?

1. Lupis

Jajanan ini sangat familiar buat saya. Ada beberapa macam yang masuk dalam jajanan lupis. Diantaranya cenil dari tepung kanji biasanya berwarna pink,  lupis dari ketan berbentuk seperti irisan lontong. Diberi parutan kelapa dan gula merah cair kental.  Rasanya tentu saja gurih  dan manis.Lupis banyak digemari segala usia.
Lupis (dok. pri) 

Anak bungsuku memesan lupis yang disajikan dengan cara dipincuk menggunakan daun pisang. Satu porsinya 5000. Harga yang sesuai dengan olahannya yang beragam


2. Kucur
Kue ini berbentuk bulat terbuat dari tepung beras.  Rasanya manis dan sedikit berminyak.  Biasanya berwarna coklat karena menggunakan gula jawa. Ada juga yang hijau karena pewarna dengan gula pasir. Ini juga saya suka hargapun murah cuma 2000. Duh betul-betul kalap ya lihat harga murmer gitu... Hehe...
Kucur (dok. pri) 

3. Sawut

Ini terbuat dari singkong yang diparut agak kasar. Kemudian dikukus dan diberi campuran guka merah. Disajikam dengan parutan kelapa.  Hmmm ini juga saya suka.  Harganya satu bungbungmurah sekali hanya 2000 saja.
Sawut (dok.pri)

4. Semar Mendhem

Nama jajan jadulnya seperti nama Punakawan ya. Entah kenapa kok dinamakan Semar Mendhem. Mendhem dalam bahasa Jawa berarti mabuk.  Apa karena rasa jajan itu enak sehingga dinamakan demikian? Saya tidak ngeh... Hehe...
Semar mendhem (dok.pri)

Penasaran gak seperti apa penampakannya?  Ternyata rasanya hampir mirip lemper.  Bedanya ketan yang diisi irisan ayam berbumbu kalau lemper dibungkus daun pisang. Sedangkan Semar Mendhem dibungkus kulit dari tepung beras seperti kulit dadar gulung. Kulitnya berwarna putih. Saat disajikan biar lebih terlihat manis,  diberi hiasan seperti ikat pinggang dari daun. Harga per biji 2500 rrupiah...

5. Es Dawet Tepung Beras

Sudah tahu kan es dawet?  Sama seperti di luaran
Tapi yang ini berbahan tepung beras dan penyajiannya di mangkok gerabah. Jadi kayak jaman dulu gitu. Satu porsinya dibandrol 5000. Rasanya manis dan gurih karena ada santan dan gula.
Dawet Tradisional (dok.pri)

6. Lontong Sayur

Nah ini yang membuat saya tak bisa menahan lapar.  Saya langsung pesan karena melihat menu ini nikmat sekali. Jadi berbahan lontong dengan sayur tempe bercampur kentang dengan irisan daging sebagai kaldu.  Bertambah nikmat dengan sambal kelapa bagi yang suka pedas. Wahhh saya segera melahapnya tanpa menunggu waktu.  Harganya satu porsi 5000.
Lontong Sayur (dok.pri)

Demikian menu jajanan di pasar tradisional yang sempat membuat saya kalap.  Beruntung datangnya kesiangan, jadi tak sempat membeli yang lainnya.  Tapi saya masih penasaran sama jajanan jadul lainnya.  Insha Allah minggu depan kalau tak ada aral, ingin berkunjung lagi. Melihat lebih dekat kegiatan positif warga di Kampung Budaya Polowijen.

Sayangnya di area KBP ini belum ada tempat parkirnya.  Pengunjung yang membawa roda dua, masih bisa parkir di pinggiran jalan. Tapi kalau membawa roda empat, parkirnya agak jauh dan bukan di area sebagaimana tempat parkir. Jadi PR nih buat pengelola  KBP, untuk memikirkan hal itu.

Dan bagi kalian yang penasaran dengan penganan jadul,  sila datang ke KBP setiap minggu.  Pasti akan merasakan aura jaman dulu--sebagai penawar rindu masa lalu...

#ODOP
#Estrilook Community
#day5