Coban-Coban "Ramah" Pilihan Wisata Keluarga di Malang

Oktober 20, 2018 24 Comments
Berwisata, salah satu aktivitas yang membuat orang serasa lepas dari rutinitas keseharian. Melepas segala penat dengan berkunjung ke tempat yang bisa mencipta rasa enjoy. Tapi terkadang orang bingung memilih tujuan wisatanya. Pernah mengalami? 
Tujuan wisata atau kerap disebut destinasi wisata itu bermacam-macam. Ada wisata alam seperti ke gunung, pantai dan air terjun. Sedangkan wisata yang non alam atau wisata buatan banyak banget. 
Malang Raya yang meliputi  wilayah Kota Malang, Kabupaten  Malang dan Kotif Batu, mempunyai seabreg tempat wisata alam dan buatan. Salah satu wisata alam yang banyak diburu pengunjung adalah wisata coban atau air terjun.
Ada beberapa coban di Malang Raya yang membuat penasaran para pemburu coban. Mereka ingin membawa serta keluarga. Sehingga pilihannya adalah coban yang ramah tanpa treking yang tajam. Dibawah ini coban-coban ramah yang untuk mencapainya, tanpa perjuangan yang berat. Simak ya coban-coban berikut:

1. Coban Rondo

Lokasinya di  Pujon masuk wilayah Kabupaten Malang. Coban ini memiliki ketiggian sekitar 50 meter. Alamnya masih asri meskipun jalan menuju lokasi coban berbentuk paving atau plester. 
Memasuki wilayah Coban Rondo akan disuguhi hijaunya hutan pinus disisi kanan dan kiri. Jalan yang tak begitu lebar dan meliuk membuat adrenalin terpacu. Tapi tertutup dengan indahnya view disepanjang perjalananan.
Begitu tiba di tempat parkir biasanya akan disambut oleh beberapa kera jinak. Ga usah takut ya dengan kera-kera tersebut, sejauh kita tidak membuat mereka tertarik mendekati kita. Misalnya dengan makanan yang kita bawa. Tipsnya kita jangan melihat mata kera, konon itu yang mengisyaratkan menantang. Hehe...

Dari parkiran hanya butuh waktu tak lebih 10 menit untuk melihat tegarnya Coban Rondo. Coban ini tanpa treking jadi masuk kategori coban yang aman untuk wisata keluarga. Debit air coban besar meski musim kemarau seperti sekarang. Tebing tinggi yang mengantarai coban terlihat tinggi dan garang. Tapi segar saat kita berada dibawahnya terpercik air coban yang segar. 
Coban Rondo  (dok.pri)
Oya di coban ini kita tak bisa bermain air langsung dibawah cucurannya. Karena curam sehingga ada pembatas dan tanda peringatan untuk tidak menuju ke bawah Coban Rondo. Namun jangan kuatir sebagai pengganti kita bisa bermain air di sungai kecil yang ada disekitarnya.
Coban Rondo memiliki cerita legenda. Rondo dalam bahasa Jawa berarti janda. Konon ada sepasang pengantin baru yakni Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusuma. Mereka hendak berkunjung ke Gunung Anjasmoro. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan Joko Lelono yang kemudian terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati. 
Jalan setapak menuju Coban Pelangi  (dok.pri)
Joko Lelono berusaha merebut Dewi Anjarwati, sehingga Joko Lelono dan Raden Baron berkelahi. Kepada punakawan yang menyertainya, Raden  Baron meminta untuk menyembunyikan istrinya disuatu tempat yang ada Coban (air terjun). Ternyata dalam perseteruan baik Raden Baron maupun Joko Lelono tewas. Sehingga Dewi Anjarwati menjadi janda (dalam bahasa Jawa rondo).  Konon cerita batu besar yang ada dibawah Coban Rondo adalah tempat duduk Dewi Anjarwati saat menunggu suaminya. Yang pasti hingga kini cerita tersebut berkembang dari tahun ke tahun hingga kini. 
Wisata Coban Rondo fasilitasnya juga lengkap seperti mushola, tempat parkir yang luas dan stand-stand makanan. Tiket masuknya untuk terusan 35rb termasuk tiket Taman Labirin, Taman Kelinci, Bersepeda, Flying Fox Dan Panahan yang lokasinya masih termasuk area Wisata Coban Rondo.
Mushola di Coban Rondo (dok.pri)


2. Coban Jahe

Lokasinya di Desa Taji Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Ditempuh kurang lebih 25 km arah timur Kota Malang. Coban Jahe juga memiliki alam yang masih asyik. Tiket masuknya murmer 10rb itu sudah termasuk tiket masuk Indiana Camp.
Akses jalannya semula mulus berkelok dan menanjak.  Memasuki jalan menuju area Coban Jahe kondisi jalan berbatu namun hanya kurang lebih 100 meter. Berikutnya melalui jalan tanah yang tidak begitu luas tapi cukup saat ada kendaraan roda 4 bersimpangan.
Sebelum tiba ke Coban Jahe, kita melewati wisata Indiana Camp. Di dalamnya tampak beberapa rumah atau lazimnya seperti tenda yang bentuknya khas Indian. Tendanya menjulang berbentuk segitiga dengan hiasan tenda ala-ala Indian.
Indiana Camp  (dok.pri)
Hawanya sejuk dan ada spot-spot keren untuk narsis.  Sementara dibawah terlihat air terjun Tempursari yang terlihat kecil dari kejauhan. Di area ini biasanya dijadikan tempat untuk berkemah bagi yang ingin menikmati alam.
Untuk menuju Coban Jahe harus menempuh jalan 300 meter lagi dari Indiana Camp. Ada tempat parkir yang cukup luas. Nah dari tempt parkir sudah terdengar suara grojokan air terjunnya.
Berjalan kaki 5 menit saja kita sudah bisa melihat penampakan Coban Jahe. Di coban ini pengunjung bisa mandi dan bermain air. Banyak bebatuan tapi Taj curan dan aman. Tingginya air terjun kurang lebih 30 meter.
Conan Jahe (dok.pri)
Banyak orang mengira nama  Coban Jahe karena wilayahnya banyak kebun Jahe. Ternyata bukan itu.  Konon jaman penjajahan Belanda dulu banyak warga sekitar yang menjadi korban dibuang ke area sekitar coban. Jahe berasal dari kata pejahe (dalam bahasa Jawa) berarti prang yang meninggal. Dan kebiasaan orang Jawa menyebut dengan Jahe. Sehingga dari cerita yang berkembang jadilah Coban Jahe. 
Karena lokasi coban dekat dengan tempat parkir sehingga Coban Jahe cocok untuk wisata keluarga. Hawanya sejuk membuat pngunjung betah berlama-lama disini.

3. Coban Pelangi

Coban ini terletak di desa Gubug Klakah Poncokusumo Kabupaten Malang. Kalau ingin kw Bromo via Gubug Klakah pasti melewati area wisata alam Coban Pelangi.
Tiket masuk ke Coban Pelangi 10rb dengan parkir 5 rb untuk roda 2 dan 10rb untuk roda 4. Menuju ke Coban Pelangi kita harus menyusuri jalan yang sudah tertata (meski dari tanah)  sejauh 800 meter. Jarak tempuh yang lumayan ya? 
Tapi tak terasa bila kita menikmati alam yang ada disepanjang jalan. Lembah hijau nun dibawah membuat mata terkagum-kagum. Hawa sejuk yang bersih membuka ruang rongga paru-paru kita.  Hmm lega dan sehat.
Jalan menurun tak membuat kaki terasa capek. Kalau tak berhenti karena berfoto-foto ria, hanya butuh waktu 30 menit untuk tiba di Coban Pelangi. Bila sudah melewati jembatan bambu diatas sungai yang berair bening, itu pertanda tak lama lagi air Coban Pelangi terlihat.
Coban Pelangi (dok.pri)
Dari Jembatan kemudian melalui jalan menanjak sedikit kurang lebih 5 menit, terdengar gemuruh air coban. Wooww percikan airnya terasa menyebar sekitarnya karena debit airnya meski kemarau cutup besar.  Di Coban Pelangi ini pengunjung dilarang untuk turun kebawah karena curam dan licin. Bila beruntung akan melihat biasan pelangi dari air terjun yang terkena sinar matahari. 
Jembatan bambu menuju Coban Pelangi (dok.pri)
Masih di area Coban Pelangi namun dari sisi yang berbeda ada spot wisata Rainbow Hill. Lokasinya berada di atas Coban Pelangi. Harga tiket 10rb per orang. Di area ini banyak spot -spot keren yang kekinian.
Rainbow  Hill (dok.pri)
Diantaranya bisa narsis diketinggian dengan latar Coban Pelangi nun jauh dibawah. Dari puncak Rainbow Hill ini kesempatan untuk melihat Pelangi di antara air terjun sangat mungkin. Karena bila ada sinar matahari langsung mengarah ke air coban. 
Curahan air yang dibias oleh sinar matahari mencipta warna cantik pelangi. Itulah kenapa coban ini dinamakan Coban Pelangi. Indah sekali dan bila kita menikmatinya timbul rasa syukur yang tak berkesudahan pada Tuhan pencipta segala.
Dari Rainbow Hill terlihat pelangi menghias air terjun (dok.pri)
Spot lainnya ada taman bunga diatas bukit dengan sepeda motor kuno berwarna  kuning, gardu pandang dll. Tampak dari Rainbow Hill ini pandangan bebas menghijau bagai permadani.

Terbayar sudah wisata keluarga bila mengunjungi 3 coban tersebut diatas. Gak percaya? Yukk buktikan kalau Malang kota destinasi wisata yang patut disambangi...

The Shalimar, Hotel Nuansa Heritage

Oktober 14, 2018 Add Comment
Malang adalah salah satu kota yang menjadi destinasi pilihan buat para pelancong. Mereka berkunjung selain ke tempat-tempat wisata juga berburu kuliner lokal. Dan pastinya mereka bakal mencari tempat menginap yang comfort.

Salah satu hotel yang mengedapankan kenyamanan pengunjung adalah The Shalimar Hotel. Hotel bernuansa heritage ini berlokasi di jalan Cerme.  Sebelum dikenal sebagai Hotel Shalimar dulu adalah Hotel Grand Cakra. Kemudian tahun 2015 masih dalam manjemen yang sama meningkat dari bintang 3 menjadi bintang 5. Sejalan dengan perkembangan itu nama berganti menjadi Hotel Shalimar.

Hotel Shalimar Hotel Bernuansa Kuno

Hari ini saya diberi kesempatan untuk staycation di Hotel Shalimar. Bukan kebetulan sih sebenarnya, karena dapat undangan dari Travelingyuk yang menggelar acara Live Blogging. Saat awal datang sudah terasa nyaman.

Disambut di depan hotel motor dan mobil kuno keluaran tahun 1950an.  Ada gebyok ukiran Jawa yang menambah nilai plus ketradisionalan hotel. Belum lagi habis rasa kagum saya masuk di De Hemel Restaurant. Restoran ini bergaya Belanda dengan kursi model kuno.  Menurut manajer marketing Ibu Renata, restoran Uni menyajikan juga menu Belanda.

Keliling Hotel Shalimar yang Wow

Bersama teman-teman lain kami juga mengitari hotel Shalimar. Hotel berlantai 3 ini sangat exited banget. Eksterior dan interiornya bernuansa kuno yang membuat hati jadi adem banget. Banyak room yang saya suka seperti ruang perpustakaan,  butik yang menyediakan pernik-pernik tradisional.

Oya setiap sudut The Shalimar Hotel menyuguhkan kesan artistik. Tidak ada kata bosan untuk menikmati detil penampakannya. Ahh rasanya waktu yang disediakan selama 60 menit tak cukup untuk memburai hati bersama eloknya tampilan hotel yang menjadi cagar budaya Malang.

Tak salah jika wisatawan memilih Shalimar Hotel sebagai tempat menyisir jaman dulu sembari menyeruput kopi di De Hemel Restaurant.


Menikmati Segarnya Air Terjun Jumog

Oktober 13, 2018 25 Comments
Namanya sangat sederhana: JUMOG. Entah apa artinya.  Tapi siapa sangka ternyata Jumog adalah nama sebuah air terjun yang eksotis dan keren. Lokasinya berada di Kabupaten  Karanganyar tepatnya di Desa Berjo Kecamatan Ngaryoso .
Air terjun Jumog  (Dok. Pri)

Saat melangkah disekitar area wisata air terjun JUMOG, tatapan saya malah tertuju pada sebuah kolam renang anak yang tak begitu luas,  mushola dan deretan penjual makanan dan souvenir. Disisi kanan terdapat jembatan kecil dengan air cukup deras. Dalam hati saya membathin,  ini mungkin masih satu alur dengan aliran air terjun Jumog.
Kolam renang anak di area wisata air terjun  Jumog  (dok. Pri)
Tempat InfInformasi Jumog yang asri  (dok .pri) 


Jalan Bareng Komunitas Rainbow Mommy

Belum lama ini saya bersama teman Komunitas Rainbow Mommy (RM) eksplor wisata lintas provinsi. Mulai dari Jateng,  Jogjakarta dan Jatim dalam tiga hari dua malam. Nah untuk eksplor area Jateng,  Kab Karanganyar adalah tujuan kami.

Titik kumpul yang kami sepakati di stasiun Jebres Solo. Saya berangkat sendirian dari Malang dan tiba paling awal pukul  01.00 WIB dini hari.  Sedang teman lainnya berasal dari Jakarta, Bogor dan Bekasi. Sendiri menunggu di stasiun itu ternyata sesuatu yaa. Hehe... Banyak sih penumpang lainnya yang juga menunggu, entah menunggu hari terang atau nunggu jemputan saudara ataupun ortu. Kalau saya  sambil menunggu teman-teman langsung pasang headset , dengar lagu dan molor.  Wkkkwkkk ..
Stasiun Solo Jebres (dok.titi S) 

Waktu tak terasa menggelinding dan saatnya rombongan dari Jakarta tiba sekitar pukul 03.00WIB. Usai mampir untuk urusan bersih-bersih di toilet stasiun, kami semua berkumpul dan cipika cipiki. Maklum ada yang lama gak jumpa. Oya setiap kali jalan bareng RM selalu bertemu dengan teman yang berbeda. Jadinya seru gitu kalau pada ngumpul. Tahu kan emak-emak ada aja bahan "seminar" saat ketemuan. Hehe...

Jumog Kami Datang ...

Hawa Kota Solo dini hari itu segar banget. Eits tapi lama kelamaan jadi lumayan dingin dan membuat urusan kampung tengah kudu diisi. Tapi mana ada wisata kuliner buka dini hari?  Yang buka menurut kami, hanya warung-warung di sekitar stasiun saja. Ternyata tidak! Ada info kalau wiskul dini hari ada lho di Solo yakni di Gudeg Ceker Bu Kusno (artikel wiskul ini saya tulis terpisah yaa). Tak membuang waktu, kami pun meluncur ke lokasi Gudeg Ceker yang kesohor itu. Kemudian  dilanjut sholat subuh di masjid Jami Karanganyar dan langsung ke lokasi Air Terjun Jumog.
Selamat Datang di Jumog  (dok.pi) 

Hari masih pagi benar saat hi ace yang membawa kami memasuki area parkir Wisata Air terjun Jumog. Hawa bersih terhirup segar. Bunyi gemericik air pun terdengar alami. Rasanya tak sabar saya untuk melihat Jumog yang memiliki ketinggian air terjun sekitar 30 meter.

Untuk menuju ke air terjun, kami harus menyusuri jalan setapak kurang lebih 20 menit. Oya kami memilih jalur bawah yang tidak menguras tenaga dan waktu, mengingat masih banyak destinasi yang akan kami kunjungi. Kalau melalui jalur atas info yang saya terima,   akan menuruni sebanyak 116 anak tangga yang berkelok dan curam. Hehe... Kami cari aman dan cepatnya saja.
Jalan setapak menuju air terjun Jumog  (dok. pri) 

RM narsis dean 116 anak tangga Air Terjun Jumog (dok. pri) 

Alam sekitar  Jumog memang masih asri. Tetumbuhan hijau di kanan kiri tampak rimbun dan menyegarkan penglihatan. Sungai yang membelah area wisata berair sangat bening hingga pandanganpun tembus ke dasar sungai. Bebatuan yang menyebar dan bertingkat-tingkat, mencipta air terjun mini yang amazing. Buihnya putih memburai saat bersentuhan dengan bebatuan lainnya.
Aku menyebutnya air terjun mini bertingkat (dok.pri)


Gencaran bunyi air tumpah semakin terdengar, tapi si Jumog elum tampak. Begitu terlihat jembatan yang dibuat sealami mungkin, air terjun Jumog pun menampakkan diri.  Wuihhhh ...tinggi, tegap dan gagah. Hehe... Ibarat orang seperti sosok ber-uniform doreng yang terlihat handsome...Hehe..
Jembatannya keren ya (dok.pri)

Saya mendongakkan kepala dan percikan air pun menghujani wajahku. Ya Allah... Subhanallah... CiptaanMU membuatku berdecak kagum. Nun diatas sana sebuah tebing tinggi terbelah oleh aliran air yang mengucur deras. Debit airnya gede banget. Jumog yang memiliki  pendamping 3 air terjun ada didepan mataku. 3 air terjun yang mengapit Jumog adalah Klueng,  Kusumajati dan Jubleg.
Air Terjun Jumog  (dok.pri)

Akses jalan wisata menuju Jumog baru dibangun oleh warga Desa Berjo pada Agustus tahun 2004. Semak belukar yang menutup indahnya Jumog dibersihkan sehingga keindahannya bisa dinikmati oleh dunia luar. Bebatuan yang terhampar dibawahnya menjadi pijakan langkah kami untuk mengabadikan "kegantengannya". Duh Jumog akhirnya kami  bisa menikmati airmu yang sungguh segar ...
RM dengan properti nya  (dok.pri)

Oya menurut saya,   Jumog masuk dalam kategori wisata air terjun yang indah. Selain alamnya masih hijau juga ingkungan sekitar area wisata bersih. Dilengkapi berbagai sarana pendukung lainnya seperti kolam renang dll seperti yang sudah saya sebut di awal tulisan ini.

Pengunjung pun bebas memilih jalur mana yang akan ditempuh, jalur atas atau bawah. Sayangnya saat saya kesana belum ada transportasi umum menuju Jumog. Sehingga pengunjung yang ingin menikmati Jumog harus membawa kendaraan pribadi. Hanya membayar HTM 3rb per orang dan parkir 2 rb untuk  roda 2 serta 5rb untuk roda 4, kita bisa menikmati  air terjun sepuasnya. Jumog sangat cocok untuk wisata keluarga. So...kapan kalian membawa serta keluarga ke air terjun yang keren ini ?









Minuman Sari Jahe, Penghangat Tubuh Yang Ampuh

Oktober 12, 2018 26 Comments
Pernah mengalami masuk angin?  Rasanya pasti nggak nyaman banget ya. Perut terasa kembung,  mual, kepala pusing dan keluar keringat dingin. Bahkan terkadang bersendawa yang cukup mengganggu aktivitas.

Saya sering juga mengalami masuk angin. Apalagi dalam cuaca yang tak menentu seperti sekarang. Pagi terasa dingin, siang sangat terik dan malam yang gerah.
Bagi saya yang ibu rumah tangga dan punya kegiatan sampingan sebagai pemandu wisata, cuaca sangat berarti dan berpengaruh. 

Lucu kan kalau tengah mendampingi tamu, saya terlihat loyo dan tak bertenaga. Oya kegiatan sampingan saya tidak setiap hari. Namanya juga wisata jadi saya lebih sering terima job saat weekend. Kalaupun weekday itupun tidak sesering weekend. 

Setiap mendampingi tamu saya lebih banyak berinteraksi aktif.  Menjelaskan tentang objek wisata atau destinasi yang akan dikunjungi. Menjawab detil tentang apa-apa yang ditanyakan oleh tamu wisata. Lha kalau yang dikunjungi tempatnya lebih dari satu, bisa dibayangkan saya kudu kuat dan sehat kan?

Rata-rata setiap memandu tamu full nya 2 hari. Destinasi utama yang dituju kebanyakan wisata ke TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru). Tahu kan yaa Bromo sampai sekarang masih menjadi tujuan piknik yang favorit. Rasanya gak sah bila berkunjung ke Malang tak menikmati sunrise di Bromo.
Herbadrink Sari Jahe (Dok. Pri) 

Nah meski saya sudah tak terhitung berapa kali ke Bromo, tapi tetap saja merasa kedinginan saat  berada di wisata andalan Jawa Timur ini. Tahulah ya dengan temperatur mencapai 5 derajat celcius, meski sekujur tubuh terbalut jaket,  kaos tangan, dan juga  kupluk, rasa dingin itu masih menembus tulang. Hehe... Jadinya kudu cari penghangat yang khusus untuk tubuh. Dan pilihan saya : menyeruput Herbadrink Sari Jahe.
Menyeruput hangatnya Herbadrink Sari Jahe (dok.pri)


Herbadrink Produk Minuman Tradisional yang Menyehatkan

Pernah dengar produk Herbadrink kan ? Itu lho produk minuman traditional Indonesia yang diramu khusus dengan bahan alami dan berkualitas. Bentuknya serbuk dan dikemas dalam bentuk sachet. Setiap dos berisi 5 sachet .

Herbadrink memiliki beragam varian diantaranya Herbadrink Sari Jahe, Herbadrink Sari Temulawak, Herbadrink Lidah Buaya,  Herbadrink Beras Kencur, Herbadrink Kunyit Asam dan Herbadrink Wedang Uwuh. Masing-masing varian mempunyai manfaat khusus. Misalnya Herbadrink Sari Jahe yang berbahan Jahe berkualitas serta  bahan alami lainnya, bermanfaat untuk kesegaran dan menghangatkan tubuh.
Beberapa varian Herbadrink (dok.pri)

Varian lainnya Herbadrink Temulawak misalnya, sangat bagus untuk anak-anak terutama yang sulit makan. Dengan kata lain, Sari Temulawak membantu untuk menambah nafsu makan. Rasanya yang enak dan segar sangat digemari oleh segala umur. Nah untuk varian ini, bagi yang masih memiliki anak kecil harus selalu menyediakan Herbadrink Sari Temulawak.

Kalau kebetulan ada masalah dengan  pencernaan jangan kuatir ada  Herbadrink Lidah Buaya. Mengkonsumsi varian ini bisa memulihkan fungsi pencernaan jadi lancar kembali. Untuk urusan "pembuangan" saat pagi hari pasti bakal  teratasi.  Hehe...Wah mantul (mantap betul)  ya produk Herbadrink.

Beberapa keuntungan yang saya rasakan setelah mengkonsumsi minuman serbuk Herbadrink antara lain:

1. Cocok sebagai minunan alami untuk kesehatan
Herbadrink bisa mengatasi bahkan mencegah suatu kondisi tubuh yang tidak kita inginkan. Seperti sakit, kurang  fit,  loyo dsb.  Dengan rutin mengkonsumsinya, kita  tidak bakal rugi karena Herbadrink berbahan alami dan berkualitas sehingga sangat bagus untuk kesehatan.

2. Berbahan alami dan berkualitas.
Indonesia kaya akan tanaman dan tumbuhan traditional.  Tumbuhan tersebut sudah melewati tahap penelitian dan dipercaya bisa mengatasi keluhan kondisi tubuh kita. Nah Herbadrink yang notabebe berbahan alami tentu menjadi pilihan terbaik. Meski tiap hari kita minum produknya tidak ada efek sampingnya, justeru tubuh kita jadi kuat dan sehat.

3. Kemasan yang menarik
Herbadrink dikemas dalam sachet yang ukurannya sedang. Sehingga saat kita ingin meminumnya dengan cara menyeduh, isi sudah sesuai dengan takaran. Bahkan di kemasan terdapat info tentang cara penyajian, kode produksi, tgl kadaluarsa, cara penyimpanan hingga komposisi produk. Lengkap ya jadi tidak usah kuatir apalagi takut untuk mengkonsumsi produk Herbadrink.

4. Harga terjangkau
Meski memiliki khasiat produk minuman serbuk tradisonal yang one,  harga Herbadrink sangat terjangkau sekali. Gak percaya?  Coba buktikan, hehe..

5. Mudah dibawa kemana-mana
Dengan kemasan yang berukuran 8x10 cm sangat mudah untuk dibawa kemana-mana. Saat kerja,  sekolah, berolahraga atau beraktivitas di luar, tidak usah kuatir kalau mendadak memburuhkan Herbadrink. Tinggal seeeettt, seduh dan minum. Ya kan?

Beruntung mengenal Herbadrink yang ampuh

Sejak mengenal Herbadrink khususnya varian Sari Jahe, setiap kali melakukan perjalanan, saya tak pernah lupa membawanya. Buat prepare kalau mendadak membutuhkan. Saya simpan dalam kantong khusus saat harus menemani tamu wisata saya.
Selalu ada di dompet khusus saat sedang "tugas" (dok.pri)

Beruntung rasanya bisa mengenal dan mengkonsumsi minuman tradisional Indonesia dari produk Herbadrink. Saat saya merasa lelah dan capek, Herbadrink Sari Jahe bisa membuat saya bersemangat kembali. Bahkan disaat hawa dingin menyerang,  Herbadrink Sari Jahe menjadi pilihan penghangat tubuh yang ampuh.