Andai Dipoles Lagi, Kampung Putih Malang Bisa Oke Lho...

September 26, 2018
Belum lama ini Pemkot Malang menetapkan beberapa kampung yang masuk dalam kriteria kampung tematik. Jumlahnya ada sekitar 70an yang tersebar di 5 kecamatan yang ada di Kotamadya Malang. Dari sekian banyak kampung tematik ada 17 kampung yang dinyatakan layak untuk dikunjungi oleh wisatawan. Saya yang masuk dalam tim penulisan buku kampung tematik, minggu lalu berkunjung ke Kampung Putih, salah satu dari 17 kampung yang dibukukan.
Buku Pesona Kampung Tematik (dok.pri)

Kampung Putih belumlah setenar kampung tematik  yang ada di Malang. Sebutlah seperti Kampung Warna Warni, Kampung Tridi ataupun Kampung Topeng. Namun keberadaannya sudah mendapat "mandat" sebagai kampung tematik. Bahkan sebuah perusahaan cat lokal sudah menyulapnyanya dengan mengecat warna putih pada semua dinding rumah warga. Bertambah manis dengan cat hijau muda untuk atap rumah. Saat saya melenggang ke kampung tersebut, suasananya nyaman  dan bersih.


Kampung Putih dari atas jembatan sungai dekat RSSA (dok.pri)

Saya berangan-angan kalau saja dikelola dengan sentuhan artistik dan lebih serius, bisa jadi lebih dikenal. Sayangnya kampung yang berpenduduk padat ini belum seberuntung Kampung Warna-Warni dan lainnya. Meski pernah muncul isu bakal dijadikan objek wisata air dalam kota. 

Menuju Kampung Putih akses jalan sangat mudah dijangkau. Kalau mau naik angkutan kota, bisa ambil mikrolet AG dari Gadang ataupun Arjosari. Kemudian berhenti disekitar jembatan setelah atau sebelum RS Saiful Anwar (RSSA). Nah ada jalan disisi jembatan tertulis "Kampung Putih" di sebuah gapura. Bagi yang bersepeda motor bisa parkir di RSSA atau sebelah selatan jembatan. 
Gapura Kampung Putih (dok.pri)


Yang menarik, ada sebuah taman ditengah-tengah Kampung Putih. Lokasinya kalau ditarik garis lurus, ada dibalik dinding wisata Taman Brawijaya Edu Park. Taman Kampung Putih berlatar sungai Brantas yang berpagar besi. Tentu saja irama gemericik air sungai terdengar alami. Ada pohon rindang yang memayungi taman, walau sebenarnya pohon itu tumbuh diseberang dinding taman. Taman ini cocok sebagai spot untuk berselfie ria.
Taman Kampung Putih (dok.pri)

Spot untuk berselfi (dok.pri)

Selesai menikmati taman, saya menyusuri pinggiran sungai yang bersih hingga melewati bagian bawah jembatan Kahuripan. Tak dinyana saya begitu menikmati suasana aliran sungai Berantas yang berbatu. Genericik air menemani perjalanan saya bersama 2 putri saya. Di jalan tembus Pasar Bunga  adalah titik akhir rute menikmati Kampung Putih. Pikiran saya membayangkan, seandainya sungai Brantas ini dikelola untuk wisata air bisa juga lho. Dibuat semacam River Tubing atau wusata susur sungai.

Sungai yang mengalir di Kampung Putih (dok.pri)

Selain air sungainya beriak dan mengalir, pemandangan hijau disisi sungai juga rimbun lho. Pohon-pohom hijau menjulang menambah adem penglihatan kita. Waduhhh membayangkan berbasah ria diatas ban melaju seiring aliran air sungai. Woowww...
Menyusuri sungai hingga bawah Jembatan Kahuripan (dok.pri)

Kabarnya sudah ada yang survey untuk wisata air. Tapi sampai sekarang tak kabarnya lagi. Lumayan tuh kalau dikelola dengan baik, saya yakin Malang bakal tambah dilirik oleh wisatawan-wisatawan. Monggo ini menjadi PR bersama,  khususnya pihak terkait, bagaimana agar Kota Malang bisa mempunyai destinasi andalan.

Ehhh kok saya jadi ngelanturrr...hehe...Semoga ada angin segar yang lebih segar, untuk menghidupkan Kota Malang di sektor pariwisata yaa...
Pasar Bunga Malang (dok.pri)

Perjalanan saya  di Kampung Putih plus menyusuri sungai Brantas sekitar 60 menit, finish di jalan tembus Pasar Bunga. Rasanya segar dan langkah ini jadi mantap sebagai warming up dengkul saya yang dah tak muda lagi...😂😂😂

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

24 komentar

Write komentar
26 September 2018 04.32 delete

Sederhana tapi sarat potensi yaaa Mbak..
Semoga segera terealisasi rencana pengembangan Kampung Putih ini. Jadi bakal nambah satu lagi tujuan wisata saya kalau ke Malang nanti :)

Reply
avatar
26 September 2018 05.00 delete

Malang boleh juga inovasinya. ide Kampung tematik ini sebenarnya sederhana, tapi eksekusinya luar biasa. Semoga semakin banyak kampung seperti ini. Mayanlah bisa jadi potensi wisata

Reply
avatar
26 September 2018 05.26 delete

Jadi penasaran, apakah warna cat dalam rumahnya putih juga, atau tidak, ya? Hihihi... Keren ini konsepnya, kampung tematik.

Reply
avatar
26 September 2018 07.39 delete

Perlu campur tangan pemerintah utk pengembangan kampung ini

Reply
avatar
26 September 2018 08.15 delete

Wiih semoga jadi inovasi baru juga kalau diperbaiki dan bagus lokasinya. Dan yang paling penting dijaga juga kalau nantinya sudah bisa beroperasi.

Reply
avatar
26 September 2018 13.44 delete

Kalau ini terkelola dengan baik, bertambah banyak lagi destinasi wisata di Malang. Semakin pusing lah saya karena satu pun belum hahaha ...

Reply
avatar
26 September 2018 16.02 delete

Baru tau ada kampung putih hihi. Boleh nih dicoba sesekali buat jalan-jalan segar biar olahraga hihi.

Reply
avatar
26 September 2018 18.04 delete

Noted. Kalau ke Malang wajib nih ke Kampung Putih. Terima kasih infonya ya mbak.

Reply
avatar
26 September 2018 18.23 delete

Kalau ke Malang, mau mit ap yuk mba..

Reply
avatar
26 September 2018 23.42 delete

Kampung Putih memang terlihat lebih sederhana dibandingkan dengan Kampung Warna-warni ya..tapi tetap terlihat unik, karena warna dinding dan atap yang seragam.

Reply
avatar
27 September 2018 04.48 delete

Ide pemerintah sperti ini yg sya harus didukung 100%

Reply
avatar
27 September 2018 05.15 delete

Aku suka dengan ide kampung tematik ini. Setiap kampung jadi punya ciri khas ya mbak. Keren banget. Cuma iya sayang, utk kampung putih ini rasanya kurang nendang ya. Ngga seperti kampung warna warni gitu.

Reply
avatar
27 September 2018 05.45 delete

Ya mb awalnya ada greget skrg agak renggang blm ada perkembngn lagi, hehe

Reply
avatar
27 September 2018 05.46 delete

Betul mb tp dlm perjlannya ada yg stagnan hehe

Reply
avatar
27 September 2018 05.47 delete

Hehe kok aq gk kepikiran msuk ya mb, haha

Reply
avatar
27 September 2018 05.49 delete

Kudu mb tp ide awal dr warga pemkot hnya memfasilitasi.

Reply
avatar
27 September 2018 05.50 delete

Betul mb mempertahankan, merawat itu ya butuh dana dan perhatian.Smg ada tindak lnjutnya

Reply
avatar
27 September 2018 05.51 delete

Hahaha.... Hayuklah mbaa ke Mlg...😊😊😊

Reply
avatar
27 September 2018 05.52 delete

Iya mb kadang Klu blm ada plann jlnnya skitaran Rumah aja... Murmer haha

Reply
avatar
27 September 2018 05.55 delete

Hiya mbaa... Satu lagi persamaannya sm2 di daerah bntaran sungai... Dulunya kedua kmpung itu kumuh skrg jauh berkurang bhkan Kmpung warna-warni dah kerennn skrg

Reply
avatar
27 September 2018 06.00 delete

Betul mb tp wrga hrs lbh giat krn Kmpung tematik itu warga yang punya ide mau mengusung tema apa. Pemerintah yg memfasilitasi misalnya mencari CSR atau memberi masukan positive.

Reply
avatar
27 September 2018 06.01 delete

Iya mb krg dipoles lgi bth dana... 😀😀😀

Reply
avatar
27 September 2018 07.04 delete

Siappp mb yukkk mit ap-an...hehe

Reply
avatar