Coban Siuk dan Coban Sisir yang Menyihir

Agustus 08, 2018
Pemirsah ketemu lagi ya..Ingat gak  niatan saya habis dari Coban Giwan mau lanjut ke coban apa? Yuup betul.. mau ke Coban Siuk dan Sisir. Nah saat akan melanjutkan perjalanan matahari agak beringsut ke barat. Saya dan 2 sahabat Explore Wisata Malang ( Mas Anugrah dan Mas Feri) sepakat tak menunda perjalanan. Coban Giwan yang  aduhai masih tetap membayangi langkah saya yang agak berat. Hehe.. maklum dengkul ini kalau ibarat mesin, harus diolesi oli lagi agar lebih oke. Tapi berhubung bukan mesin jadi dinikmati saja apa yang terasa. Toh nanti akan hilang begitu saya melihat coban berikutnya.
Yesss...!!!

Berkendara roda 2 sekitar 10 menit dari base camp, kami bertiga tiba disebuah gerbang. Tertulis, Selamat Datang di Coban Siuk. Kata mas Anugerah Tri dari gerbang ke lokasi Coban tak begitu jauh. Melihat kondisi jalan menuju Coban Siuk berbatu, saya mencoba berdamai dengan diri sendiri. Rasanya kurang bijak kalau memaksakan diri untuk membonceng. Jadilah saya meniti jalan "makadam" yang tak datar alias agak nanjak, sendiri. Ya sendirian. Karena mas Anugrah dan mas Feri tetap berkendara ke atas.

Bisa dibayangkan, langkah berat sisa-sisa Coban Giwan masih terasa. Dan kini harus melangkah lagi. Demi memenuhi hasrat melihat Coban Siuk, semangat 45 kuluncurkan. Sebenarnya memang tak jauh, jalanpun hanya butuh waktu, tak lebih 15 menit dari gerbang.

Dua Coban yang Menyihirku

Ada rasa yang tersedot saat tatap saya terfokus pada satu titik air. Seperti tak berjarak titik air itu persis tepat di atas kepalaku. Tingginya kurang lebih 90 meter dari tanah yang kupijak. Sambil terus mendongakkan kepala, saya bersyukur. Percikan air nya begitu adem menembus kulit saya.

Coban yang tinggi dan terlihat gagah itu ada dipelupuk mataku. Subhanallah. Coban Siuk namanya. Menurut penjaga loket Rib'an, nama Siuk berasal dari nama pemilik lahan sekitar coban yang dulunya ditanami kopi. Kebun kopi tersebut memenuhi hampir seluruh lokasi dekat coban. Kala itu rimbun dan tentu saja subur. Beberapa tahun kemudian entah karena apa, lahan disekitarnya gundul. Akhirnya oleh pihak terkait diadakan reboisasi dengan menanam pohon pinus.

Coban Siuk mulai dibuka sebagai tempat wisata sekitar tahun 2015. Namun hingga kini pengunjungnya masih kisaran 30 org di hari minggu . Sedangkan di hari biasa hanya ada beberapa orang saja yang menyambangi. Seperti saat saya datang terlihat 5-7 orang saja. Padahal coban Siuk indah dan untuk menuju ke lokasi dekat dengan parkiran. Cukup mudah dan tak sulit.

Aliran coban Siuk mengalir membentuk sungai dengan air terjun mini yang bertingkat-tingkat. Percikan air dan gemericiknya membuat irama alam yang mendamaikan hati. Sayapun tak melewatkan untuk mengabadikan the natural painting sekitar coban Siuk.

Tak jauh dari Siuk ada juga coban Sisir. Kedua coban tersebut seperti menyihirku. Terlihat cucuran airnya rapi bak sisir. Konon karena mirip sisir sehingga coban yang tingginya tak lebih dr 10 m itu dinamakan coban Sisir. Itu yang saya dengar dari cerita yang berkembang. Meski tak tinggi tapi coban Sisir bersih bisa untuk mandi. Karena tempat jatuhnya air coban dangkal sehingga aman untuk pengunjung yang ingin menikmati mandi air coban. Yang pasti airnya super dingin yaa...

Sehari bisa merapat di 3 coban itu bagi saya adalah sesuatu banget. Rasanya berucap tak berkesudahan untuk segala nikmat yang dilimpahkanNya. Adalah alam ciptaan Allah yang mampu memberi kita banyak pelajaran. Saat bercengkerama dengan alam, mengajarkan pada saya arti kesabaran, perjuangan dan rasa syukur. Untuk sehatku dan semua yang Kau beri, terima kasih ya Allah...!!!

25/07/18

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

30 komentar

Write komentar
20 Agustus 2018 04.10 delete

Keren banget mbak, tempatnya juga sejuk banget, serasa menyatu dengan alam ya mbak. Tapi apa kabar tuh dengan kaki ya? Waah pasti kakinya lumayan pegel ya.

Reply
avatar
20 Agustus 2018 18.32 delete

Jalan 15menit mba? Kebayang lumayan itu.. soalnya pas saya ngelakuin perjalanan k pantai dan pas nanya berapa jauh dia jawab 10menitan doang.. ternyata 10menit yg luar biasa.. hahah nah ini kebayang liat coban pasti jalannya nanjak2 dan bebatuan 15menit itu lumayan yah mba.. tapi semuanya terasa gak kerasa pas liat keindahannya yah mba..

Reply
avatar
20 Agustus 2018 19.20 delete

Mbak Erny adventurer sejati nih..berhasil bikin mupeng saya yang kalau ke tempat yang namanya coban musti ekstra berjuang, karena jauuh dari Jakarta.

Kereen ini Coban Siuk dan Coban Sisir!

Reply
avatar
20 Agustus 2018 19.55 delete

Sejuk dan nyaman sekali kelihatannya, terutama tuh ar terjunnya. Keren ... keren

Reply
avatar
20 Agustus 2018 21.49 delete

Superb banget, Mbak. Sehari 3 coban lho, 3. Ckckckckck

Reply
avatar
21 Agustus 2018 07.45 delete

Seger ya mbak lihat coban, tapi aku belum pernah lagi kecoban

Reply
avatar
21 Agustus 2018 10.19 delete

Di sana banyak ya coban2 gitu, aiish seandainya jakarta juga ada, mungkin sudah ramai dikunjungi...

Reply
avatar
21 Agustus 2018 18.42 delete

sejut sekali ya...ada air terjunnya juga...indah..menyegarkan juga...Malang banyak wisata yang Indah...ya?

Reply
avatar
21 Agustus 2018 19.12 delete

Pecinta alam sejati. Jangan-jangan mantan mapala nih?

Reply
avatar
21 Agustus 2018 20.10 delete

Teringat masih jaman masih gadis dulu, oalung suka menjelajah alam ke aur terjun, gunung dan hutan, .... Seru banget ya mbak ...

Reply
avatar
Nyknote
22 Agustus 2018 13.21 delete

Lumayan mba pegelnya, hehe ...makasih ya sudah disambangi...

Reply
avatar
Ernynote
22 Agustus 2018 13.41 delete

Klu yang Coban Siuk dan Sisir memang dekat kok mba, penasaran? Yuk k Malang...��

Reply
avatar
Nyknote
22 Agustus 2018 17.29 delete

Kedua coban itu paling mudah mb karena gk jauh dari tempat parkir...hehe

Reply
avatar
Nyknote
22 Agustus 2018 17.30 delete

Yup betul mb...jadi ingat ka Bantimurung...��

Reply
avatar
Nyknote
22 Agustus 2018 17.32 delete

Hehe...mksh mb, mumpung msh kuat...secara udah 48 thn...2 thn kedepan udh prei tuk medan yang agak ektrim...hehe

Reply
avatar
Nyknote
22 Agustus 2018 17.33 delete

Ayo mb Eni bareng, kpn yaa? ������

Reply
avatar
Nyknote
22 Agustus 2018 17.36 delete

Banyak banget mb ada 100 an yang dh terdeteksi, yang blm juga banyakkkk...Ntar mb Dwi kuantar yang Coban Rondo aja di Batu dkt sm tempat parkir...gimana?

Reply
avatar
22 Agustus 2018 17.36 delete

Ayo mba Meri liburan ke Malang...😊

Reply
avatar
22 Agustus 2018 17.37 delete

Bukan mapala mba, sy suka aja jalan...hehe..

Reply
avatar
22 Agustus 2018 17.38 delete

Saya lebih suka wisata alam mba...seger begitu lihat ijo-ijo hehe...dan yang pasti seruuuu...

Reply
avatar
18 September 2018 23.11 delete

Enaknya mbaa jalan teruss hehe

Reply
avatar
18 September 2018 23.57 delete

Hehe...nek gk jalan gatel kakinya mbaaa...hihi

Reply
avatar
19 September 2018 18.29 delete

mbak, ini di daerah batu kah?

Reply
avatar
19 September 2018 18.34 delete

Kelihatan segeer banget airnya mbak, btw Coban Siuk ini di daerah mana ya Malangnya mbak?

Reply
avatar
19 September 2018 19.04 delete

Desa Taji mb daerah Jabung

Reply
avatar
19 September 2018 19.06 delete

Di desa Taji mb daerah Jabung Tumpang

Reply
avatar
20 September 2018 17.53 delete

Ini daerah mana sih mbak? Berapa menit dari kota?

Reply
avatar
20 September 2018 17.54 delete

Eh udah ada di atas, Jabung ya? 😁😁

Reply
avatar
20 September 2018 19.38 delete

Mbaak jalan2 mulu niii bumil mupeng bgt wkwkwk

Reply
avatar
21 Oktober 2018 08.26 delete

hehe...jalan jalannya saya wakili dulu ya mba...ntar kalau debay udah agak gedean bisa jalan2 lagi...wkwkwk...

Reply
avatar